Beras Menumpuk di Gudang, Bulog Pati Tak Serap Hasil Petani?

PATI, KRJOGJA.com – Sebanyak 22.000 ton beras menumpuk di gudang Bulog SubDivre Pati. Beras tersebut, merupakan hasil serapan pengadaan tahun 2019 lalu.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan penyebab menumpuknya beras karena pemerintah melalui Kementrian Sosial tidak lagi melibatkan Perum Bulog dalam program penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Karenanya perlu dicari solusi selanjutnya.

Untuk mengatasi menumpuknya beras, para mitra kerja Bulog seharusnya ikut membantu Bulog SubDivre Pati. Yakni dengan cara membeli beras. Seperti yang sudah dilakukan UD Ega Jaya.

“Kami sudah ambil 600 ton. Rencananya, kami mau beli 2500 ton,” ucap pimpinan UD Ega Jaya, Sudi Rustanto, Rabu (5/2/2020).

Kepala Bulog Sub-Divre Pati, Yonas Haryadi Kurniawa, mengaku berupaya keras menjaga kualitas beras yang ada di gudang, supaya tidak rusak. Sehingga tidak mengecewakan mereka yang membeli.

Yonas Haryadi Kurniawan menambahkan, belum mengetahui pada musim panen raya MT I ini, apakah Bulog masih harus melakukan pembelian gabah petani atau tidak. “Kami masih menunggu kebijakan pemerintah pusat,” ujarnya.(Cuk)

BERITA REKOMENDASI