Bermasalah, 17 Proyek PUPR Dibongkar

Editor: KRjogja/Gus

KUDUS (KRjogja.com) – Hasil pekerjaan kegiatan atau proyek publik tahun anggaran 2017 di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, terus dievaluasi hingga berakhirnya masa pemeliharaan. Jika dalam tempo 6 bulan setelah kegiatan diserahkan ditemukan adanya kekurangan harus segera dibenahi. Jika kondisinya parah, bahkan harus dilakukan pembongkaran.

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas PUPR Kudus, Samani Intakoris, Jumat (12/1) sore, saat memantau perbaikan proyek jalan beton ruas Desa Karangrowo Kecamatan Undaan- batas Pati.
Sebanyak 20 titik bangunan jalan beton sepanjang total 800 meter lebar 4 meter harus dibongkar setelah ditemukan adanya retakan. "Kebetulan dalam masa pemeliharaan, sehingga masih menjadi tanggungjawab rekanan," ujarnya.

Proyek yang didanai APBD murni senilai Rp 1,77 miliar itu, sebelumnya dikerjakan CV Ari Wijaya mulai 21 Juli- 12 Oktober 2017. Diduga, retakan terjadi akibat keterlambatan membuat sekat di setiap segmen, sehingga saat panas terjadi pemuaian besi beton hingga terjadi retakan.

Menurutnya, dari sekitar 300 proyek yang diselenggarakan Dinas PUPR, terdapat 17 kegiatan yg diminta untuk dibongkar. Masing- masing di Bidang Sumber Daya Air (SDA) dua kegiatan, Bidang Tata Bangunan dan Drainase satu kegiatan, dan 14 lain Bidang Jalan dan Jembatan. "Tidak ada kesengajaan, kekurangan terjadi karena kurang cermat saat pengerjaan. Kalau memang kualitasnya kurang bagus, harus dibenahi," tegasnya.

Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kudus Hari Wibowo menambahkan, untuk pembongkaran ruas jalan beton Desa Karangrowo-batas Pati dimulai Selasa (9/1) dan rampung Jumat (12/1). Setiap retakan yang melintang jalan dibongkar dengan diameter 15-20 cm, kemudian diinjeksi dengan semen khusus yang kekuatannya setara beton.

Sementara pelaksanaan proyek Suparjo menyatakan, pihaknya bertanggungjawab atas kekurangan selama masih dalam masa pemeliharaan. (Trq)

 

BERITA REKOMENDASI