Besi Tak Sesuai Standar, Enam Proyek PUPR Terpaksa Dibongkar

Editor: KRjogja/Gus

KUDUS (Krjogja.com) – Enam kegiatan atau proyek publik tahun anggaran 2017 yang tengah dilaksanakan para penyedia jasa dari sejumlah bidang di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, diminta untuk dibongkar. Pembongkaran harus dilakukan karena pekerjaan tidak sesuai metode pelaksanaan sehingga jika diteruskan hasilnya jauh dari harapan.

Dinas PUPR setempat telah menerapkan standar pelaksanaan, dimana pekerjaan yang dihasilkan harus benar- benar pas-trep. Artinya, semua dilaksanakan dengan pas (sesuai aturan) dan trep (tepat), baik itu menyangkut dimensi (ukuran/ volume), spesifikasi, kualitas, serta administrasinya.

Kepala Dinas PUPR Kudus Sam'ani Intakoris mengatakan, enam kegiatan yang harus dibongkar adalah dua proyek di bawah bidang Tata Bangunan Air dan Drainase, tiga proyek Pengairan dan satu proyek jalan bidang Bina Marga. “Karena tidak sesuai spesifikasi dan kualitas, terpaksa kita bongkar,” ujarnya, Jumat (16/6)..

Salah satu pembongkaran dilakukan kemarin pada ruas Jalan Lingkar Utara Peganjaran (Bae)-Klumpit Kecamatan Gebog sepanjang 800 meter, terdiri 250 meter aspal dan 550 meter jalan beton. Pada jalan beton tersebut, salah satu ruasnya panjang 15 meter lebar 3 meter dengan ketebalan 25 cm dibongkar karena mengalami retak- retak.

“Keretakan terjadi karena campuran agregat penyusun beton kurang pas. Kalau dibiarkan kondisinya akan lebih parah dan hancur jika dilewati beban kendaraan berat. Daripada di kemudian hari timbul masalah hukum, lebih baik kita bongkar dan diperbaiki,” katanya.

Proyek jalan beton dan aspal yang dikerjakan PT Sumber Muria Abadi Sejahtera tersebut dimulai sejak 4 Mei hingga 23 Juli 2017, atau pelaksanaan 80 hari kerja. Untuk jalan beton total ruas sepanjang 550 meter lebar 6 meter akan rampung sebelum lebaran. Sedang sisasnya jalan aspal dikerjakan setelah lebaran.

“Pembongkaran tidak mempengaruhi waktu pekerjaan. Sebelum kontrak habis, seluruh kegiatan sudah rampung,” terangnya.

Pelaksana Proyek PT Sumber Muria Abadi Sejahtera, Sukarno menyatakan, ruas jalan yang retak memang mengalami masalah saat pengeringan. “Setelah pengecoran tidak cepat kering. Biasa pengeringan hanya butuh waktu satu jam. Kami siap mematuhi aturan,” tegasnya. (Trq)

 

BERITA REKOMENDASI