Bupati Janji Tak Akan Bongkar Tenda Pedagang Alun-alun

Editor: Ivan Aditya

KENDAL, KRJOGJA.com – Hasil Rapat dengar pendapat oleh Komisi A dengan OPD rekan kerjanya yaitu Satpol PP dan Damkar, Bakeuda dan Kesbangpol yang digelar Senin, (20/01/2020) kemarin salah satu rumusannya adalah permintaan agar tenda kerucut yang digunakan untuk para pedagang yang berjualan di Alun-alun Kendal agar dibongkar karena menyalahi perda. Menurut Komisi A DPRD Kendal dalam tenda tersebut terpasang logo lama kabupaten Kendal yang sekarang sudah tidak lagi dipakai.

"Logo yang dipasang pada tenda kerucut di Alun-Alun merupakan logo lama dan sudah tidak digunakan, makanya ini meyalahi perda dan harus segera dibongkar atau dihapus logonya," ujar Ketua Komisi A, Munawir.

Meskipun hal tersebut menyerukan salah satu rumusan rapat dengar pendapat, namun Bupati Kendal Mirna Annisa dengan tegas menolaknya. Mirna Annisa merasa pemasangan tenda kerucut yang diperbantukan bagi para pedagang tidak menyalahi perda.

"Perda yang mana, kami tidak menyalahi perda tersebut. Jika mengacu kepada Perda No 21 tahun 2011 Tentang Lambang Daerah pasal 6 , maka sama sekali tidak ada pelanggaran perda," ujar Mirna saat berkeliling alun-alun, Selasa (21/01/2020).

Pada Perda tersebut dikatakan jika logo kabupaten dipakai pada bangunan resmi Pemerintahan Daerah, gapura, tanda batas daerah dengan kabupaten atau kota tetangga, kop surat, kantor kecamatan, kantor desa kelurahan, lencana atau gambar dan kelengkapan pakaian dinas serta pakaian lainnya. "Logo Kabupaten Kendal selama ini diletakkan pada tempatnya, kami sama sakali tidak menyalahi perda," lanjutnya.

Keberadaan lambang yang ada di tenda bukanlah logo kendal jadi menurut bupati tidak bisa dikataka menyalahi aturan. Pihaknya tidak akan membongkar tenda hanya karena memasang lambang Kabupaten Kedal yang lama, pasalnya selain itu merupakan bukti sejarah dirinya lebih kasihan kepada para pedagang karena saat ini sudah nyaman.

"Tenda membuat pemandangan Kendal menjadi tidak kumuh dan pedagang tertata dan teratur. Kalau hanya membongkar hanya karena ada logo kabupaten lama yang merupakan sejarah dan masih disenangi banyak orang, kami juga kasihan kepada para pedagang," jelasnya.

Sementara itu salah seoreng pedagang nasi goreng Nuryanto mengaku senang diberikan tenda, selain rapi dagangannya menjadi ramai. Sebelum ada tenda para pembeli memilih tempat yang nyaman. (Ung)

BERITA REKOMENDASI