Bupati Pati Tepis Anggapan Covid-kan Pasien

Editor: Ivan Aditya

PATI, KRJOGJA.com – Bupati Pati, H Haryanto menepis adanya anggapan jika pemakaman pasien meninggal selalu menggunakan cara standart Covid-19.

“Berita sengaja dihembuskan oknum tertentu,” ujarnya, Senin (05/10/2020).

Diakuinya kematian pasien dalam perawatan akibat terinfeksi Covid-19 di Pati cukup tinggi. “Tetapi pasien yang meninggal dunia akibat Corona, lebih banyak yang dirawat di rumah sakit di luar Pati,” ujarnya.

Disebutkannya, pasien Covid-19 asal Pati yang meninggal dunia diantaranya di RS Muwardi Solo, RS Karyadi Semarang, RS Ketileng Semarang, RS Soetrasno Rembang dan rumah sakit lainnya. Sedang yang di rumah sakit Pati sendiri ada di RS Fastabiq Sehat 7 pasien, RSUD RAA Soewondo 6 pasien, KSH 4 pasien dan RSI 1 pasien.

“Tidak ada istilah di-Covid-kan. Karena saya mengikuti sendiri bersama Wabup dan Sekda. Tidak ada unsur mencari keuntungan. Jadi, terkadang di masyarakat pedesaan dikaitkan dengan hal ini,” ucap bupati Haryanto.

Sementara itu, operasi yustisi penegakan protokol kesehatan terkait penggunaan masker dan penerapan Perbup No 66 Tahun 2020 terus digalakan. Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Ahmadi menegaskan operasi yustisi dilakukan untuk menyelamatkan masyarakat dari penyebaran Covid-19.

Ahmadi menjelaskan lagi, teknis yang digunakan sesuai SOP operasi yustisi, yakni dengan memasang papan operasi di setiap titik yang sudah ditentukan. (Cuk)

BERITA REKOMENDASI