Covid-19 di Pati Meningkat, Masjid Baitur Nur Pati Ditutup

Editor: Ivan Aditya

PATI, KRJOGJA.com – Penyebaran virus Corona di Pati memasukki babak baru. Virus corona menghajar 417 karyawan sebuah pabrik di Margorejo. Selain itu, sejumlah anggota dewan terpaksa ‘work from home’ karena dikabarkan terkena virus.

Bahkan untuk menghindari penyebaran Covid-19, membuat Pengurus Masjid Agung Baitunnur (MAB) Pati memutuskan tidak menerima jamaah (menutup) masjid selama dua pekan. Penutupan dimulai Kamis (17/06/2021) hingga Rabu (30/06/2021).

“Masjid tidak menyelenggarakan jamaah salat lima waktu, maupun jamaah salat Jumat. Penutupan mengacu SE Kementerian Agama (Kemenag) nomor 13 tahun 2021 tentang PPKM rumah ibadah, serta didasarkan status Pati yang masuk zona merah,” kata Ketua Takmir Masjid Agung Baitunnur Pati, Nur Aris.

Sebelumnya, Bupati Pati, H Haryanto meminta para camat bekerjasama dengan puskesmas, bidan desa dan satgas covid tingkat desa maupun kecamatan. “Camat jangan ragu menertibkan kerumunan, seperti hajatan atau hiburan. Kita di-backup 36 TNI dari Korem dan 60 anggota Brimob Semarang,“ tegas Bupati Pati, Haryanto.

Sementara itu hasil swab sebuah pabrik makanan di Margorejo terdapat 417 pekerja terkonfirmasi yaitu dari desa Badegan 17 positif, Banyuurip 6, Bumirejo 73, Dadirejo 9, Jambean Kidul 40, Jimbaran 39, Langenharjo 5, Langse 2, Margorejo 32, Metaraman, Muktiharjo 9, Ngawen 18, Pegandan 40, Penambuhan 15 Sokokulon 60, Sukobubuk 2, Sukoharjo 15 dan desa Wangunrejo 24 orang.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati, dr H Subawi meminta pihak menejemen pabrik segera menyediakan tempat isolasi yang terpusat. (Cuk)

BERITA REKOMENDASI