Debit Sungai Wulan Turun, Tumpukan Sampah Penuhi Bendung Wilalung

KUDUS, KRJOGJA.com- Debit Sungai Serang menuju Sungai Wulan turun drastis di angka 358 m3/detik, Minggu (22/2). Menurunnya debit sungai menyebabkan terjadinya tumpukan sampah di Bendung Wilalung di Desa Kalirejo Kecamatan Undaan Kudus.

Ratusan kubik sampah pohon pisang, batang tebu, plastik, dan kayu teronggok menutup pintu air Bendung Wilalung ke arah Sungai Wulan. Sampah menumpuk sepanjang sekitar 60 meter, tebal satu meter dan lebar kurang lebih 40 meter. “Tumpukan sampah di Bendung Wilalung akan dibersihkan jika air sungai sudah benar- benar surut,” ujar Noor Ali, Koordinator Induk Bangunan Pengendali Banjir Wilalung Lama (BPBWL). Sungai Wulan yang membelah wilayah Kabupaten Kudus dan Demak, debitnya sempat mencapai 833 m3/ detik, Jumat (21/2) sore.

Debit Sungai Wulan turun setelah hujan di bagian hulu Sungai Serang di kawasan Menduran Kecamatan Brati Grobogan, reda dalam dua hari terakhir. Air Sungai Serang mengalir ke Sungai Wulan melalui BPBWL. Bendung tersebut memiliki sembilan pintu, tujuh menghadap ke Sungai Juwana dan dua lainnya mengarah ke Sungai Wulan. Saat ini debit Sungai Wulan menurun di bawah batas minimal banjir normal 400 m3/detik. Debit air masih sangat fluktuatif, tergantung intensitas dan curah hujan di bagian hulu Sungai Serang. “Kalau curah hujan tinggi meningkat, sebaliknya debit rendah jika tidak turun hujan,” jelasnya.

Permulaan banjir Sungai Wulan terjadi saat debit air naik mulai 400 m3/ detik hingga 500 m3/ detik atau disebut siaga (bahaya) I, siaga II antara 500 m3/ detik- 550 m3/ detik, dan di atas 550 m3/ detik siaga III. Sesuai standar operasional prosedur (SOP), beban air ke arah Sungai Wulan harus dikurangi saat debit air melebihi batas ambang maksimal 800 m3/detik. Sungai Wulan berstatus siaga III atau membahayakan saat debit Wulan mencapai 833 m3/ detik. Otoritas bendung kemudian membuka pintu air ke arah Sungai Juwana selebar 10 centimeter. Tingginya debit Sungai Wulan mendapatkan perhatian Plt Bupati Kudus HM Hartopo.

Didampingi Camat Undaan Rifai Nawawi, orang nomer satu di “Kota Kretek” itu melakukan pengecekan peninggian tanggul kanan Sungai Wulan di Desa Undaan Lor. Masyarakat sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Wulan diminta waspada terutama di saat kondisi cuaca ekstrim. “Waspada penting, tetapi jangan panik karena kondisinya masih cukup aman,” kata Hartopo. Pihaknya juga minta masyarakat tidak menyebar isu soal banjir atau terprovokasi sejumlah kabar hoaks di media sosial yang dapat menimbulkan keresahan. Bila butuh informasi terkait kondisi debit air Sungai Wulan, dapat bertanya ke instansi berwenang. (Trq)

BERITA TERKAIT