Desa Lumbungmas Sedekah Bumi Ditengah Pandemi

Editor: KRjogja/Gus

PATI, KRJOGJA.com – Bulan Apit (Zulhijah), dalam tradisi sebagian masyarakat Pati (Jateng), menjadi bulan “Sedekah Bumi”. Yaitu sebuah ritual syukuran yang digelar warga, karena kehidupan kurun setahun sebelumnya, diberikan banyak rejeki dan kesehatan dari Allah.

Dalam ritual sedekah bumi tersebut, warga membawa nasi (ambengan) atau jajanan ke tempat makam pendiri desa (punden). Selain doa bersama (kenduri), biasanya dilanjutkan pentas hiburan, sesuai yang disuka warga setempat. Bisa ketoprak, wayang kulit, barongan, termasuk musik dangdut.

Namun ritual tahunan yang sudah berlangsung sekian lama tersebut, pada tahun 2020 ini tidak bisa terlaksana secara utuh. Itu disebabkan adanya pandemi (wabah) Covid19. Sehingga beberapa desa ada yang menunda sedekah bumi. Tetapi tidak sedikit juga, desa yang tetap menggelar kegiatan syukuran tahunan tersebut.

Salah satu desa yang menggelar ritual sedekah bumi adalah Lumbungmas kecamatan Pucakwangi. Kegiatan berlangsung di punden. “Sedekah Bumi itu wajib. Karena bentuk syukuran warga kepada Tuhan Maha Pencipta” kata Ryco, warga setempat, Jumat (26/6).

Menurut kades Lumbungmas, Sutik, karena terjadi pandemi Covid19, maka ada beberapa pengubahan ritual sedekah bumi. Diantaranya, tidak ada pagelaran wayang kulit atau ketoprak.

BERITA REKOMENDASI