Di Jateng, Pengguna Narkoba 523 Ribu Orang

KUDUS, KRJOGJA.com – Korban penyalahgunaan narkotika dan obat – obatan terlarang (narkoba) di Jawa Tengah tahun 2017 mencapai lebih dari 523 ribu orang. Meski terjadi peningkatan dibanding tahun sebelumnya, namun tidak terlalu signifikan.

Berdasar hasil survei Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah bersama Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (Puslitkes UI), mulai tahun 2015 tingkat prevalensi pengguna narkoba mencapai 1,9 persen dari jumlah penduduk Jawa Tengah.

Hal itu diungkapkan Kasi Pemberdayaan Masyarakat BNNP Jawa Tengah, Yustina Martin saat memimpin kegiatan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Makodim 0722 Kudus, Senin (11/12/2017). Sebanyak 162 anggota TNI dan keluarganya telah mengukitu tes urine.

Selain Kodim Kudus, kegiatan yang sama digelar di Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kudus, yang diikuti 1.100 PNS guru, petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan, kecamatan hingga perangkat desa. Pemeriksaan di kedua institusi Pemkab dan Kodim dilakukan secara mendadak “Dari hasil pemeriksaan, sementara hasilnya negatif,” ujarnya.

Komandan Kodim 0722 Kudus Letkol (Inf) Sentot Dwi Purnomo mengatakan,  kegiatan pemeriksaan urine terhadap anggota dilaksanakan secara rutin tiap tiga bulan sekali. Sejauh ini, tidak ada anggota Kodim Kudus dan keluarganya yang terlibat narkoba.

Korban penyalahgunaan narkoba di Indonesia terus mengalami peningkatan, dengan tingkat pertumbuhan rata- rata 0,03 persen. Jumlah pengguna narkoba secara nasional saat ini mencapai lebih 5,2 juta orang. Meski begitu angka pertumbuhan tersebut masih di bawah batas ambang nasional yang ditetapkan BNN dan Kementerian Kesehatan sebesar 0,05 persen.(Trq)

 

BERITA REKOMENDASI