Digrebek, Pemilik Warung Mesum Minta Kompensasi

PATI (KRjogja.com) – Penertiban warung dan  rumah  tempat mesum di wilayah kecamatan Margoyoso tidak berjalan mulus karena salah satu pemilik, Nur Khamid (58) alias Mudrik Desa Waturoyo meminta kompensasi berupa gaji Rp 500.000 per hari jika petugas mau menutup usahanya. 

Mudrik mengatakan sulit mencari kerja karena tubuhnya yang semakin renta. “Maka saya meminta diberi tunjangan Rp. 500.000 untuk ganti beaya hidup” ucapnya dihadapan tim penertiban.  

Kades Waturoyo Susilo menilai permintaan itu  mengada–ada. Padahal keberadaan warung mesum sangat meresahkan warga desa Waturoyo.

Camat Margoyoso, Suhartono mengungkapkan terdapat beberapa tempat yang dicurigai sebagai tempat yang menjajakan wanita penghibur. Diantaranya di desa Sumerak, Margotuhu Kidul dan Waturoyo. "Saya sering dikomplain dari warga, termasuk para kiai agar  menertibkan  tempat prostitusi," ujarnya. (Cuk)

 

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI