DPR Desak Lelang Tol Semarang-Demak Seksi I Dilakukan

Diakuinya, akibat review design menjadikan target penyelesaian Tol seksi I terancam mundur. Karena, lelang konstruksi seharusnya dilaksanakan Desember 2020, namun menjadi mundur lelangnya pada akhir Pebruari 2021. “Supaya pengerjaan konstruksi bisa cepat selesai sesuai target pemerintah, maka pada masa konstruksi inilah maka speed-nya digenjot. Ada akselerasi pekerjaan fisiknya,” ucap Sudewo dengan nada mengimbau.

Dijelaskan Sudewo, jika Tol Semarang-Demak sepanjang 27 Km, terbagi menjadi 2 seksi. Yakni Seksi I Semarang-Sayung, dan Seksi II Sayung-Demak. Dua seksi tersebut, dibawah pengelolaan BUJT oleh PT Pembangunan Perumahan. Dan seksi I, dibagi lagi, menjadi tiga paket pekerjaan, IA, IB dan IC. “Ada dua skema pembiayaan. Seksi I skema G to G, dengan pinjaman luar negeri. Dan seksi II menggunakan investasi murni” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Jateng, Peni Rahayu mengakui pembangunan fisik proyek jalan Tol Semarang-Demak Seksi I (ruas Semarang-Sayung) terkendala pembebasan lahan akibat perubahan bentang alam di lokasi yang semula daratan menjadi lautan.“Pembebasan belum klir. Karena ada aturan bahwa apabila daratan sudah berubah bentang alamnya menjadi lautan, maka tidak boleh dibayarkan,” kata Feni Rahayu kepada pers.

Diakuinya, dari total 103 bidang yang terkena proyek Jalan Tol Semarang-Demak Seksi I, belum ada satupun lahan yang bisa dibebaskan. Lahan yang belum dibebaskan, di Kecamatan Genuk, dan Kota Semarang, diantaranya di wilayah Kelurahan Terboyo Kulon, Terboyo Wetan, dan Trimulyo. Kemudian untuk lahan yang belum dibebaskan di wilayah Kabupaten Demak, yakni Desa Sriwulan, Bedono, Purwosari (Kecamatan Sayung). Sedang proyek Jalan Tol Semarang-Demak, seksi II ruas Sayung-Demak yang sudah dibebaskan 165 bidang. Berada di Kecamatan Sayung, Karangtengah, Wonosalam, dan kecamatan Demak. ( Cuk / Bdi ).

BERITA REKOMENDASI