Gedung PKL Colo, Tampung 154 Pedagang

Editor: KRjogja/Gus

KUDUS (KRJOGJA.com)– Pelaksanaan proyek revitalisasi pembangunan tahap kedua gedung tiga lantai di kawasan Colo Kecamatan Dawe Kudus untuk penataan tempat usaha pedagang kaki lima (PKL), asongan dan terminal wisata memasuki tahap akhir. Revitalisasi kegiatan senilai Rp 5,3 miliar yang dimulai 24 Agustus- 20 Desember 2018, progres pelaksanaan telah mencapai 68,58 persen.

Tahap pertama pekerjaan pembangunan gedung tiga lantai seluas 9.000 meter persegi tahun 2017, menelan dana sekitar Rp 21,3 miliar. Pekerjaan dilanjutkan pada tahun anggaran 2018, yakni meliputi pembangunan talud, saluran, kios dua lantai,  kusen jendela, kanopi, dan rest area.

Pembangunan tahap kedua ini, pekerjaan bagian talud lebih diperhatikan kekuatannya dengan . tambahan cor tulangan setiap 3-5 meter.

“Cor tulangan ini tidak masuk dalam perencanaan,” ujarnya, saat mendampingi tim monitoring dan evaluasi  (monev) dari Pemerintah Kabupaten Kudus, Senin (12/11).

Tim monev dipimpin Asisten II Setda Kudus Ali Rifai, didampingi Kepala Pengadaan Barang dan Jasa Teguh Riyanto, dan Kabag Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Dwi Agung Hartono. Turut hadir dalam monev, Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Andy Imam Santosa, Kabid PKL Dinas Perdagangan Kudus Sofyan Dhuhri, Konsultan Pengawas Taufiq dan Pelaksana Kegiatan PT Kokoh Prima Perkasa Wahyudi.

Asisten II Setda Kudus Ali Rifai meminta pelaksana kegiatan agar mempercepat penyelesaian pembangunan sebelum intensitas hujan tinggi. Namun demikian sisi kualitas jangan diabaikan. Sedeang PPKom Revitalisasi PKL Kawasan Colo, Andy Imam Santosa, yakin pelaksanaan pembangunan rampung sebelum masa akhir kontrak 20 Desember mendatang.

Kabid PKL Dinas Perdagangan Kudus, Sofyan Dhuri menyatakan, gedung lantai tiga diharapkan sudah dapat dioperasikan Februari tahun 2019. Gedung lantai bawah digunakan untuk terminal wisata dengan daya tampung sekitar 50 bus. Sedang lantai dua dan tiga tersedia bangunan  kios sebanyak 154 buah, masing- masing memiliki ukuran luas 3 x 3 meter persegi.

“Kios lantai dua untuk pedagang souvenir, asesoris dan oleh- oleh khas Muria. Sedang lantai tiga untuk pusat jajan dan kuliner,” katanya. (Trq)

 

BERITA REKOMENDASI