Geger 240 Siswa SMA Jepara Hamil, Ketua PA: Itu Tidak Benar!

Editor: KRjogja/Gus

JEPARA, KRJOGJA.com – Geger soal beredarnya kabar 240 anak SMA di Jepara hamil dan kemudian mengajukan dispensasi nikah seperti dimuat dalam portal media online, mendapatkan perhatian serius dari Bupati Jepara Dian  Kristiandi. Orang nomer satu di “Kota Ukir” itu langsung berkoordinasi  dengan Ketua Pengadilan Agama (PA) Jepara, H Faiq, untuk meluruskan  kabar yang dianggapnya tidak benar.

Menurut Faiq, pihaknya sudah meminta klarifikasi dari panitera yang  menjadi sumber berita media online tersebut. “Tidak benar ada 240  siswa SMA di Jepara hamil dan kemudian berbondong-bondong  mengajukan dispensasi nikah,” tegasnya kepada awak media, Sabtu (25/7).

Pihaknya meminta maaf kepada masyarakat Jepara, khususnya dunia  pendidikan yang telah tercoreng karena pemberitaan yang kemudian menjadi viral. Dijelaskan, banyak diantara pemohon dispensasi nikah  yang sudah lulus SLTA dan jumlah sekitar 240 orang itu merupakan akumulasi dari bulan Januari hingga Juni 2020.  Untuk dispensasi nikah sebagian besar atas persetujuan dan keinginan orang tua yang ingin segera melangsungkan pernikahan anaknya.

“Kalau disebutkan banyak pelajar SMA berbondong- bondong minta dispensasi nikah, sangat berlebihan. Berbondong-bondong seolah dilakukan dalam satu waktu hampir bersamaan, padahal tidak seperti itu,” ujarnya.

Berdasarkan data yang ada, permohonan dispensasi nikah diajukan oleh  orang tuanya dengan  rata-rata anak usia 16-18 tahun, atau anak usia SLTA. Namun kemudian dipersepsikan sebagai anak SMA. Usia 16-18 tahun  bisa saja  anak yang sudah tamat SLTA, putus sekolah atau bahkan  tidak sekolah. Selain itu, tidak semua yang mengajukan dispensasi nikah dalam kondisi hamil.

BERITA REKOMENDASI