Gempur Rokok ilegal, Bea Cukai Kudus Sita 3,65 Juta Batang

Editor: Agus Sigit

KUDUS, KRJOGJA.com – Tim Intelijen dan Penindakan (Inteldak) Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai (TMC) Kudus, terus menggencarkan operasi gempur rokok ilegal, yakni rokok polos tanpa pita cukai atau bodong. Di awal Agustus 2022 ini, petugas kembali menyita 300 ribu batang rokok polosan tanpa pita cukai atau bodong jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) di kawasan Dukuh Botosiman Desa (Kecamatan) Dempet Kabupaten Demak. Melalui kerjasama dengan aparat Polres setempat, tim inteldak juga mengamankan sebuah mobil pikup pengangkut Barang Kena Cukai (BKC) ilegal terparkir di depan sebuah toko di tepi jalan penghubung Kecamatan Dempet- Gajah, Demak.

Kepala KPPBC TMC Kudus, Moch Arif Setijo Noegroho mengatakan, dengan bertambahnya pengungkapan kasus itu, dalam rentang waktu dua bulan terakhir pihaknya telah melakukan tujuh kali penindakan. Barang bukti rokok ilegal yang berhasil disita sebanyak 3,65 juta batang. Total perkiraan nilai barang mencapai Rp 4,16 miliar dengan potensi kerugian negara lebih dari Rp 2,79 miliar.

“Kalau hitungannya sejak awal tahun 2022, kami sudah mengeluarkan sekitar 23 Surat Bukti Penindakan (SBP). Kami akan terus mengintensifkan operasi gempur rokok ilegal,” tegasnya melalui Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI) Dwi Prasetyo Rini, Rabu (3/8).

Untuk menekan dan mempersempit ruang gerak peredaraan rokok ilegal, Kantor Bea dan Cukai Kudus bersinergi melakukan penindakan bersama aparat penegak hukum lainnya. Termasuk dalam penindakan awal bulan Agustus 2022 di wilayah Demak, aparat kepolisian setempat dilibatkan. Tepatnya Senin (1/8) malam, tim inteldak cukai Kudus mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya pergerakan sebuah mobil pikup dengan tutup terpal warna biru digunakan untuk mengangkut Barang Kena Cukai (BKC) berupa rokok SKM diduga ilegal dari wilayah Jepara. Tim inteldak langsung menyisir Jalan Raya Kudus- Demak dan berhasil menemukan kendaraan dengan ciri-ciri dimaksud. Mobil tersebut sedang terparkir di depan sebuah toko turut Dukuh Botosiman, Desa (Kecamatan) Dempet Demak. Kendaraan ditinggalkan pemiliknya dalam keadaan terkunci.

“Untuk menghindari kerumunan massa, mobil dievakuasi ke Polsek Dempet,” ujarnya.

Setelah diperiksa, mobil tersebut kedapatan mengangkut sebanyak 300.000 batang rokok jenis SKM merek Lois dan Luffman tanpa dilekati pita cukai. Perkiraan nilai barang sekitar Rp 342 juta, dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai lebih Rp 229 juta. Mobil dan seluruh rokok ilegal kemudian dibawa ke Kantor Bea Cukai Kudus sebagai barang bukti.

Rini menambahkan, berdasarkan evaluasi hasil penindakan beberapa tahun terakhir, mengindikasikan kalau peredaran rokok ilegal masih marak. Untuk meminimalkan terjadinya pelanggaran cukai, upaya penindakan terus dilakukan. Pemberantasan rokok dan cukai ilegal dilakukan secara bersamaan dari hulu hingga hilir. Selain penindakan, sosialisasi ke masyarakat dan pelaku usaha rokok juga terus dilakukan, agar mereka tidak membeli dan memproduksi rokok ilegal.

Maraknya peredaran rokok ilegal, menurutnya cukup berpengaruh terhadap capaian penerimaan pendapatan dari sektor cukai. Sebab pangsa rokok legal yang taat regulasi, tergerus oleh pasar rokok ilegal yang tidak memberi kontribusi terhadap pemasukan pendapatan cukai ke kas negara.–(Trq)—

 

BERITA REKOMENDASI