Gugatan Percaraian di Pati Meningkat

Editor: Ivan Aditya

PATI, KRJOGJA.com – Jumlah gugatan perceraian di Pati meningkat drastis selama pandemi Covid19. Perhari sedikitnya tercatat 10 gugatan baru masuk. Selain masalah ekonomi rumah tangga, KDRT dan kasus perselingkuhan, perceraian juga disebabkan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Perkawinan tentang perempuan (istri) bisa mengajukan cerai gugat.

Direktur LBH Advokasi Nasional, Maskuri Alfathy SH berpendapat kenaikan jumlah gugatan cerai saat pandemi karena ada persepsi sekarang sudah era new normal. “Sehingga ada warga yang sebelumnya menunda perceraian, sekarang mereka berbondong-bondong mengajukan cerai” ujarnya kepada KRJOGJA.com, Senin (03/08/2020).

Juru Bicara Pengadilan Agama Pati, Sutiyo mengungkapkan seputar Maret – April perkara perceraian yang masuk di PA Pati berkisar 200 kasus. Namun pada periode Mei hingga Juli, terjadi peningkatan yang cukup signifikan. ”Terjadi peningkatan. Dalam sehari saja, ada pengajuan 10 perkara perceraian,” ujarnya.

Dikatakannya, gugatan cerai paling banyak dari kecamatan Pati kota, Kayen dan Sukolilo. “Pihak istri berusia muda, yang lebih banyak, mengajukan cerai” kata Sutiyo. (Cuk)

BERITA REKOMENDASI