Gus Mus Dorong Bank Wakaf Entaskan Kemiskinan

Editor: KRjogja/Gus

REMBANG, KRJOGJA.com – Sebenarnya masalah bangsa Indonesia yang berat adalah pengentasan kemiskinan yang hingga sekarang belum juga mengalami perubahan yang signifikan. Tiga Zaman sudah terlampaui, dari zaman orde lama, orde baru hingga orde reformasi.

"Kita,segenap komponen bangsa tidak "guyup" untuk bersama-sama mengentaskan kemiskinan tetapi malah mempersoalkan yang tidak penting. Kehadiran Bank Wakaf,diharapkan akan ikut berpartisipasi dalam mengentaskan kemiskinan di negara kita. Pernyataan tersebut disampaikan pengasuh pondok pesantren Roudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, KH Mustofa Bisri, Kamis (9/1) siang.

Peresmian berdirinya bank Wakaf "Bangkit Nusantara" sengaja ditempatkan di aula pondok pesantren milik Gus Mus diharapkan bisa mengispirasi para pelaku ekonomi.

"Saya sudah kenyang dengan pergulatan politik dan juga soal ekonomi. Katanya untuk perekonomian umat, terus umat yang mana. Toh nyatanya, pelaku usaha kaum pinggiran atau usahawan kaum dhuafa tak pernah beranjak dari kemiskinan kultural yang membelit jutaaan anak negeri," kata Gus Mus masih dengan gaya kiai yang juga sastrawan ini membuat hadirin terhenyak dengan pernyataan sang kiai Gus Mus berharap Bank Wakaf yang disokong oleh usaha skala besar Astra Grup akan membuat gerakan yang benar-benar dapat dinikmati "pengusaha dhuafa".

Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat Wimbuh Santoso bersama Ketua OJK Jateng dan DIY meninjau dan wawancara dengan pelaku usaha kecil di kompleks PONPES Rodotul Tholibin Leteh Rembang usai peresmian Bank Wakaf Bangkit Nusantara. (foto KR/Agus Sutomo)

Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat Wimbuh Santoso dalam kesempatan peresmian Bank Wakaf "Bangkit Nusantara" berharap, kehadiran bank wakaf akan memberi nilai lebih bagi warga di Kabupaten Rembang. Oleh karenanya perlu adanya penjajagan, eksploitasi sekaligus pengelompokan jenis usaha minimal 20 unit usaha dengan pembinaan dan pengawasan berkala.

"Apalagi saya tadi sudah mendapat penjelasan tentang icon batik tulis Lasem yang usianya sudah ratusan tahun di kota tua Lasem tetapi masih mampu eksis hingga sekarang ini. OJK siap membeli batik tulis lasem dengan ciri dan motif sesuai pesanan. Kita juga akan membuka peluang bagi para seniman muda untuk berkreasi tentang batik tulis Lasem," kata Wimbuh Santoso.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Rembang. Abdul Hafid bersama jajaran Forkominda setempat,Kepala Disperindagkop Drs Ahsanudin perwakilan pondok pesantren di Kabupaten Rembang serta bazar hasil kerajinan. Bahkan Ketua OJK Wimbuh Santoso menyempatkan berdialog dengan para pelaku usaha kecil. (Ags)

BERITA REKOMENDASI