Harga Singkong Anjlok Resahkan Petani Pati

Editor: Ivan Aditya

PATI, KRJOGJA.com – Anjloknya harga singkong meresahkan petani di kabupaten Pati. Disisi lain,  justru singkong impor membanjiri pasar dalam negeri.

“Ini karena sentra singkong di Indonesia besar tetapi tidak diimbangi dengan cara penanaman dan pengolahan yang benar. Akibatnya banyak singkong lokal yang ditolak  industri   karena kualitasnya yang tidak sesuai,” karta Sekretaris Pembina Masyarakat Singkong Indonesia, Machiko Nachi di Pati, Selasa (09/05/2017).

Diwawancarai usai memantau kegiatan Kelompok Tani Subur, Desa Kuryokalangan Kecamatan Gabus, Machiko Nachi yang dikenal pula sebagai staf ahli di kantor Wapres RI  bidang pertanian ini mengatakan  pihaknya akan membuat  kegiatan guna membina petani singkong di Pati. “Harus ada kerjasama antara  pemerintah pusat, pemda, petani dan masyarakat  supaya kita tidak kita perlu impor singkong lagi,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini Indonesia masih mengimpor 2,5 juta ton singkong dari luar negeri. “Kita harapkan pemasaran singkong dari petani bisa satu pintu, bisa lewat BUMDes atau yang lainnya.  Jangan sampai tengkulaknya kaya tetapi petaninya menderita,” ujarnya. (Cuk)

BERITA REKOMENDASI