Hutan Muria Gundul, Ancam Ekosistem

KUDUS, KRJOGJA.com – Persoalan lingkungan masih menjadi isu sensitif karena kondisi alam terus mengalami kerusakan akibat perubahan iklim dan ulah tangan manusia yang tidak bertanggungjawab.  Kerusakan di kawasan Pegunungan Muria Kudus, menjadi salah satu bukti betapa permasalahan lingkungan harus mendapatkan perhatian serius dari semua pihak.

Hal itu mengemuka dalam Focus Discussion Group (FGD) tentang bagaimana mencari solusi nyata mengatasi permasalahan lingkungan di kawasan Muria, berlangsung di Oasis Kretek Factory Kudus, Selasa (15/10). Kawasan Muria terutama hutan Patiayam sangat mengkhawatirkan bagi ekosistem, setelah ditemukan fakta semakin gundul akibat musim kemarau panjang. Reboisasi harus segera dilakukan.

“Kami mengamati dan terjun langsung memetakan daerah mana saja yang mengalami persoalan serius, salah satunya kawasan hutan Patiayam yang kondisinya cukup memprihatinkan,” ujar Vice President Djarum Foundation, FX Supanji.

Dia mengklasifikan tiga permasalahan utama wilayah Pegunungan Muria yang dihuni masyarakat Kudus, Pati, dan Jepara. Tiga persoalan
tersebut, yaitu mata air, sampah, dan bantaran sungai yang menyempit. Untuk menjaga sumber mata air, usaha penghijauan sangat penting karena jika tak segera dilakukan maka warga akan mengalami kekurangan air bersih. Sedang terkait persoalan sampah, perlu sinergi antara pemerintah, stakeholder dan masyarakat di kawasan Muria. Terakhir menunjuk kondisi Sungai Gelis, dari hulu sampai hilir menjadi sumber air penghidupan harus diperbaiki. “Untuk mengatasi semua itu, semua harus punya komitmen secara bersama- sama menyelamatkan alam,” tegasnya.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengaku, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus berusaha melestarikan alam di kawasan Muria.
Upaya reboisasi hutan gundul telah dilakukan melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus. Selain itu, peraturan daerah (perda) tentang pengelolaan limbah sampah juga telah dilaksanakan. (Trq)

BERITA REKOMENDASI