Intensitas Hujan Tinggi, Tanggul Wulan Dibersihkan dari Tanaman Keras

KUDUS, KRJOGJA.com – Balai Pekerjaan Umum Sumber Daya Alam Penataan Ruang wilayah Sungai Serang Lusi dan Juana (Pusdataru Seluna) melakukan inisiatif membersihkan bantaran tanggul kanan Sungai Wulan di sepanjang Desa Undaan Lor Kecamatan Undaan Kudus, Minggu (3/12/2017). Selain sampah, bantaran sungai juga dibebaskan dari tanaman keras dan pisang yang berpotensi menghambat aliran.

Pembersihan dilakukan bersama tim pemerintah Desa Undaan Lor beserta seluruh warga, petugas kecamatan, anggota polsek, koramil, linmas, serta UPT Pengairan. Lebih dari seratus orang melaksanakan kerja bakti untuk mengantisipasi banjir, sebagai dampak perubahan cuaca ekstrim belakang ini.

“Pohon pisang dan tanaman keras lainnya kami tebang, sekaligus membersihkan sampah yang tercecer di sepanjang bantaran sungai. Selain itu dipasang larangan pemanfaatan tanah negara di kawasan itu,” ujar Kepala Balai Pusdataru Seluna, Rahman Wahyu Adi Kartika melalui Kasi Pengendalian dan Pendayagunaan (Dalguna) Syamsahida Ali Mustopa dan Koordinator Penanggulangan Banjir dan Kekeringan, Noor Kholis.

Pelibatan sejumlah komponen merupakan bentuk kesiapan semua pihak untuk menghadapi dampak musim penghujan. Terlebih, Undaan merupakan salah satu dari 40 desa dan kawasan pertaniannya masuk daerah rawan banjir.

Koordinator Induk Bangunan Pengendali Bendung Wilalung Lama (BPBWL) Noor Ali di Kecamatan Undaan Kudus mengatakan, kondisi debit Sungai Wulan pada Minggu pagi hanya 52 meter kubik per detik. Beberapa hari lalu, debit Wulan cukup tinggi hingga menyentuh angka 700 meter kubik per detik, dan dinyatakan siaga atau bahaya tiga.

“Saat ini kondisinya masih cukup aman,” terangnya.(Trq)

BERITA REKOMENDASI