Jalan Alternatif Gemuh – Patean Bakal Tersambung

Editor: Ivan Aditya

KENDAL, KRJOGJA.com – Jalan alternatif yang menghubungkan Kecamatan Gemuh dan Kecamatan Patean bakal tersambung pada tahun 2020 ini. Jalur alternatif yang memperpendek waktu tempuh dibanding jalur yang selama ini dilalui yaitu melalui Kecamata Weleri hingga ke Kecamatan Sukorejo tersebut pengerjaannya baru sampai Kecamatan Patean.

Kepala DPUPR, Sugiono mengatakan jika dana bantuan Provinsi Jateng turun maka dipastikan jalur Gemuh – Patean melalui Desa Sojomerjo – Kalices akan terhubung. Namun jika hanya menggunakan dana APBD Kabupaten Kendal maka jalur akan tersambung dan baru tahun depan terhubung secara total.

"Semoga saja tahun ini bantuan provinsi juga cair sehingga bisa digunakan seluruhnya untuk sisa pembangunan jalan alternatif Gemuh – Patean bisa tuntas dan dana APBD yang semula akan dipakai untuk pembangunana jalan tersebut bisa dialihkan ke pekerjaan yang lain," ujar Sugiono di Kendal, Jumat (24/01/2020).

Jalur Gemuh – Patean ini merupakan jalur alternatif yang nantinya akan menjadi jalur favorit karana bisa dijadikan sebagai perjalana wisata, pasalnya akan melalui pinggiran hutan sehingga akan tampak sejuk. Apalagi jalur ini bisa langsung menghubungkan dengan obyek wisata Curug Sewu yang merupakan andalan wisata Kabupaten Kendal.

"Jika melalui jalur ini sebelah kanan dan kiri akan tampak pepohonan yang rindang dan menawarkan kesejukan alami," lanjutnya.

Sementara itu untuk memulai pekerjaan pihaknya berencana akan melakukan lelang lebih awal yaitu di awal Januari 2020. Hal itu dengan harapan pembangunan infrastruktur di Kendal bisa dimulai selambat-lambatnya pada Maret atau April.

‘’Perencanaan proyek 2020 sudah dilaksanakan pada akhir 2019. Saat ini kami tinggal mengkaji ulang perencanaan, termasuk besarnya anggaran,’’ jelasnya.

Dia mengatakan, lelang tahun ini menggunakan sistem online. Berkas tidak lagi diserahkan ke Unit Lelang Pengadaan (ULP) dan dilakukan verifikasi, tetapi langsung diunggah dan ULP menayangkan proyek yang akan dikerjakan pada 2020.

Dikatakan, pihaknya menghendaki proyek pembangunan bisa dilaksanakan pada musim kemarau. Proyek yang dilaksanakan di musim kemarau, hasilnya bisa lebih bagus bila dibanding musim hujan, karena tidak terkena hujan.

Ia menambahkan, pada 2020 jumlah paket pekerjaan di DPUPR sebanyak 97 proyek dengan nilai kurang lebih Rp 150 miliar. Jumlah itu terdiri atas 78 paket di bidang bina marga, 10 bidang cipta karya, dan sembilan bidang sumber daya air.

Bidang bina marga terdiri atas 70 paket bersumber dari APBD 2020, tiga paket dari Dana Alokasi Khusus (DAK), dan lima dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. (Ung)

BERITA REKOMENDASI