Jembatan Gantung Truwolo Ditutup, Fondasi Tergerus Longsor

Editor: KRjogja/Gus

GROBOGAN, KRJOGJA.com – Jembatan gantung di Desa Truwolu Kecamatan Ngaringan Grobogan yang membenatng di atas Sungai Lusi terpaksa ditutup pihak kepolisian untuk akses transportasi. Pasalnya, salah satu fondasi bagian sisi timur antara beton jembatan dengan tanah renggang sekitar 60 sentimeter. Akibatnya, arus transportasi yang menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Ngaringan dan Gabus atau sebaiknya harus dialihkan ke jalur lain yang jauhnya mencapai 6 kilometer.

“Makin hari rengganganya bertambah parah dan membahayakan bagi pengendara yang melintas jembatan. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, jembatan kami tutup dengan police line,” ungkap Kapolsek Ngaringan AKP Sumardi SH, Selasa (20/02/2018).

Tanda-tanda longsornya fondasi jembatan sudah diketahui sejak Jumat (16/02/2018) malam. Ketika itu elevasi Sungai Lusi melebih batas ambang setelah di daerah hulu Kabupaten Blora turun hujan deras. Pada pagi harinya, kondisi longsoran makin parah. Jembatan gantung sepanjang 75 meter tersebut merupakan akses utama dari Desa Truwolu Kecamatan Ngaringan menuju Desa Kalanglundo dan beberapa desa lainnya di wilayah Kecamatan Gabus. “Jika tetap dilewati bisa membahayakan warga karena saat ini elevasi dan arus Sungai Lusi masih cukup tinggi,” tegas Kapolsek.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan Ir Agus Sulaksono MM mengaku sudah meninjau lokasi jembatan. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR untuk menangani fondasi jembatan yang longsor tersebut,” ujarnya.

Untuk memperbaiki jembatan tersebut, pihak Dinas PUPR belum bisa melakukan secepatnya karena masih menunggu elevasi Sungai Lusi turun.  “Kondisi sungai saat ini sedang penuh. Jadi, belum memungkinkan untuk melakukan penanganan longsoran. Kami akan monitor kondisi di lokasi. Kalau sudah memungkinkan akan secepatnya kita tangani,” kata Kepala Dinas PUPR Subiyono ST MT. (Tas)

BERITA REKOMENDASI