Kader Ansor Pusat digembleng di Pesantren

Editor: KRjogja/Gus

Banyak hal yang menarik, manakala jajaran Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Angkatan VI di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang,selama beberapa hari kemarin. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari mulai Rabu (6/12) hingga Minggu (10/12) dibuka secara langsung oleh Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut).

Gus Tutut, putra keempat Alm KH Cholil Bisri sengaja ingin mengembalikan Ansor kepada sejarah berdirinya. Bahkan momen GP Ansor beberapa kali dihelat di pondok pesantrennya Gus Mus ini saat masih dipegang Ketum Nusron Wahid.

Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas atau yang akrab disapa Gus Yaqut, kepada KR Sabtu (9/12) mengatakan PKN angkatan VI sengaja mengambil tema “Yang Waras Jangan Mengalah”. Tema tersebut sebagai bentuk penegasan sikap Ansor yang tidak akan tinggal diam ketika ada pihak-pihak tertentu yang berusaha mengganggu dan merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kita akan lawan jika ada pihak-pihak yang mengganggu NKRI. Mengapa demikian. Karena fenomena yang ada akhir-akhir ini sudah banyak gerakan "separatis" yang kami anggap gerakan orang atau ormas atau kelompok yang menurut kami dan para kiai sepuh tidak waras. Oleh karenanya kami sepakaat mengusung tema "Yang waras jangan mengalah," tegasnya lagi.

Dalam kesempatan menggembleng jajaran pengurus teras GP Ansor, Gus Yaqut juga berpesan kepada seluruh kader Ansor utamanya Banser untuk tidak berkecil hati ketika dihujat, oleh kelompok manapun dan oleh ormas manapun hanya karena ingin menjaga Indonesia tetap utuh sebagaimana telah diamanatkan para pendiri negeri ini.

"Jadi jangankan Ansor, para kiai sepuh NU yang sudah jelas kualitas keilmuan dan ketokohannya saja juga dihujat ketika bersama mempertahankan keutuhan NKRI dan ideologi Pancasila. Sebagai contoh, misalnya ketika Ansor dihujat saat menjaga gereja. Sudah kami tegaskan, yang dijaga Ansor pada hakikatnya bukan gereja, melainkan menjaga komponen bangsa yang pernah bersama-sama memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ansor tidak hanya menjaga gereja. Jika diminta untuk membantu menjaga keamanan ibadah umat beragama lainnya, Ansor siap turun bersama," tambahnya.

Ansor akan berhenti melakukan hal yang demikian, tambah keponakan Gus Mus ini, apabila para penebar teror yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia binasa dari negeri ini. Prinsip menebar kebaikan dan mencegah kemunkaran dengan tetap dalam kerangka " Ahlu Sunnah Wal Jamaah" sebagaimana konsep akidah Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin.

Selain PKN, PP GP Ansor secara bersamaan juga menggelar Latihan Instruktur (LI) 2 yang dilaksanakan di Pesantren Al-Hamidiyah, Ngemplak, Lasem ( ponpes milik alm KH Thoyfoer MC). Deretan ulama besar ikut menggemleng jajaran pengurus dan kader pusat GP Ansor ini. Gus Tutut sebagai Ketum GP Ansor dengan sigap menggandeng Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat bersilaturahmi ke kediaman Gus Mus kemarin.

"Jadi Bu Susi sudah berhasil saya paksa untuk ikut dalam sesi ini dihadapan kader Ansor, meskipun,sebenarnya kehadiran beliau di Rembang atas undangan Pemkab Rembang terkait alat tangkap ikan. Jadi ke pondok ini memang khusus bersilaturahmi ke kediaman pamanda Gus Mus,tetapi beliau justru mengisi sesi hingga satu jam lebih," papar Gus Tutut.

Sedianya Ketum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siraj ikut hadir mengisi sesi, namun belum ada konfirmasi lanjutan. Tetapi istri Alm KH Abdurahman Wahid ( Gus Dur) Ny Hj Sinta Nuriah Wahid dan rombongan ikut hadir sekaligus ikut mengisi materi tentang " Islam dan Kebhinekaan Indonesia" dan bersilaturahmi ke kediaman KH Mustofa Bisri ( Gus Mus). (agus sutomo)

BERITA REKOMENDASI