Kapal Pecah Dihamtam Obak, 1 Nelayan Hilang

Editor: KRjogja/Gus

PATI, KRJOGJA. com – Sebanyak delapan nelayan asal desa Banyutowo kecamatan Dukuhseti kecebur di laut, menyusul kejadian pecahnya kapal pencari ubur-ubur. Namun setelah dilakukan pencarian hingga sore, tinggal Surip (50) warga Dukuh Kedawung, desa Dukuhseti yang belum ditemukan.

Anggota SAR Pati, Gunawan SH menyatakan pencarian terhadap Surip terpaksa dihentikan karena terjangan ombak cukup tinggi. "Minggu pagi akan dilanjutkan lagi" ujarnya.

Musibah kapal pecah terjadi di kawasan 15 mil dari pantai Banyutowo atau sekitar  Karang Kusen laut Jawa, Sabtu (15/9) fajar. Berawal kapal cantrang Nusantara 10 GT milik Sobat (52) nelayan Banyutowo yang membawa delapan orang untuk mencari ubur-ubur.

Saat delapan Anak Buah Kapal melempar jaring, tiba-tiba badan kapal bagian depan pecah karena dihantam ombak setinggi  1,5 meter. Sebelum kapal tenggelam, para ABK berhamburan meloncat ke laut.

Kapal lain yang secara kebetulan melintas di kawasan tersebut, lalu memberikan pertolongan. Sehingga bisa menyelamatkan tujuh ABK.

Mereka yang bisa diselamatkan, adalah nakoda Aris Sukamto (30) desa Banyutowo, Ruba'i (36) warga Ngagel dirawat di Puskesmas Dukuhseti, Paeman (45) desa Banyutowo dirawat di RSI Kajen karena kondisinya kritis. Kemudian Sururi (25), Sani (40) Sapari (38) dan Agung (35) merupakan warga desa Banyutowo dirawat di rumah masing-masing. (Cuk)

BERITA REKOMENDASI