Kasus Mobil Guru GTT Bergoyang, Ada Siswi Lain Jadi Korban?

PATI, KRJOGJA.com – Kasus mobil bergoyang yang melibatkan guru AW dan seorang siswinya Fd, menyedot perhatian warga Pati. Mereka menuntut agar hukum ditegakkan. Yakni memproses AW secara hukum, serta meminta pihak Disparpora Pati membatalkan predikat juara lomba Duta Wisata Kabupaten Pati 2018. 

Sebagaimana diberitakan, AW mendadak keluar dari tempat mengajarnya di SMAN I Pati, menyusul laporan dari pegawai Dispermades. Oknum guru tersebut tertangkap basah sedang "semobil" dengan seorang muridnya, Fd. 

Kepastian AW keluar sebagai Guru Tidak Tetap (GTT), diungkapkan Kepala SMAN I Pati, Budi Santosa. "Pak AW mengakui kesalahanya, lalu  mengundurkan diri dari SMAN 1 Pati sebagai GTT. Tetapi untuk siswi Fd, masih dalam pembinaan," tambah Bambang Santosa. 

Kasus tersebut muncul, menyusul pengaduan dua pegawai Kantor Dispermades Pati, yakni Slamet dan Wisnu. Yang melaporkan adanya mobil Brio warna putih bergoyang di dekat kantor Dispermades kawasan Margorejo. 

Ketua LBH Bhakti Anak Negeri, Agung Widodo SH MH CanD, mengkategorikan jika apa yang dilakukan oknum guru AW merupakan tindakan asusila terhadap muridnya yang masih dibawah umur. "Kami siap mendampingi orang tua murid. Sehingga oknum AW bisa dituntut secara hukum," tegasnya, Jumat (21/12/2018). 

Dia mensinyalir tindakan asusila AW, kemungkinan juga menimpa banyak siswi yang lain. "Kita akan mencari korban korban lain. LBH Bhakti Anak Negeri akan bekerjasama dengan anggota KAI Jateng untuk melakukan pendampingan," ucapnya. 

Agung Widodo secara terang-terangan mendesak pemkab Pati supaya mencabut gelar duta wisata siswi yang menjadi korban AW. 

"Oknum guru yang bertindak asusila jelas tidak Pancasilais. Sehingga layak dihajar dengan pasal berlapis, karena merusak masa depan anak bangsa," kata Agung Widodo yang didampingi advokat DR Djarot Digjo SH MH.(Cuk)

BERITA REKOMENDASI