Kawah Kesongo Meletus, Warga Kaitkan Legenda Ular Raksasa Joko Linglung

Editor: KRjogja/Gus

BLORA, KRJOGJA.com – Kawah oro-oro (hamparan tanah kering) Kesongo di kawasan hutan KPH Randublatung yang ada di Petak 141 RPH Padas BKPH Trembes di Dukuh Sucen Desa Gabusan Kecamatan Jati Blora, Jateng, Kamis (27/08/2020) meletus. Semburan lumpur berbau gas setinggi sekitar 6 meter tersebut mengubur sekitar 19 ekor kerbau yang tengah dikembala di sekitar lokasi.

Berkaitan semburan lumpur di tengah hutan perbatasan Grobogan-Blora tersebut, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Protkompim) Grobogan, Drs H Teguh Harjokusuma MSi, mengingatkan kepada warga Desa Bendoharjo Kecamatan Gabus Grobogan yang seharinya menggarap sawah sekitar lokasi agar waspada dan hati-hati jika mendengar suara mencurigakan dari arah titik semburan lumpur Kesongo.

“Jika mendengar suara gemuruh dari arah lokasi letupan segera menjauh dan menyelamatkan diri karena gas yang keluar dari semburan lumpur mengandung gas beracun,” pintanya.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, konon Kesongo erat kaitannya dengan legenda Joko Linglung, anak Ajisaka dari Kerajaan Medang Kamulan yang disabda menjadi ular raksasa. Setelah berhasil menaklukkan raja pemangsa manusia Dewata Cengkar di Laut Selatan yang juga musuh Ajisaka, ular raksasa tersebut muncul ke permukaan bumi yang sekarang menjadi Bleug Kuwu. Kemudian karena keliru untuk kembali ke rumah (istana), maka ular tersebut masuk perut bumi dan berhasil masuk kawasan istana. Oleh sang raja Medang Kamulan, ular diperbolehkan berdomisili di sebuah daerah dan bertapa di tempat tersebut, dengan syarat boleh makan asal ada makanan yang masuk dalam mulutnya sendiri.

BERITA REKOMENDASI