Keberhasilan Wiskul Ditentukan Rekomendasi Medsos

Editor: KRjogja/Gus

PATI, KR Jogja.com – Laris tidaknya usaha kuliner ditengah pandemi Civid19 di Pati, sangat ditentukan komentar para penggiat media sosial.

“Begitu sosmed memberikan rekomendasi enaknya masakan dan keindahan suatu tempat wiskul, dipastikan akan kebanjiran pembeli”. Demikian diungkapkan ekonom muda, Hadi Sutrisno SE, Jumat (22/1) malam.

Dalam diskusi yang menyorot usaha makanan di Pati diera pandemi Covid19, Hadi, begitu alumnus FE Undip biasa dipanggil, menyebutkan jika perkembangannya sangat membanggakan. “Jumlahnya bertambah banyak. Ada ribuan tempat. Karena ada migrasi usaha. Pengusaha yang semula menggeluti bidang tertentu namun tertekan efec pandemi, mereka banyak beralih ke usaha makanan’ ujarnya.

Dia membedah hasil suatu riset mengenai omset usaha wiskul di Pati. Pendapatan bersih mereka per bulan berkisar Rp 8 juta (usaha kecil), Rp 40 juta (menengah), dan Rp 125 hingga Rp 200 juta untuk kelas besar. Untuk gaji karyawan, berkisar Rp 1,4 sampai Rp 1,8 juta.

“Gajih juru masak non pendidikan formal, antara Rp 2 juta. Namun koki yang bersertifikat (chef) sudah tembus Rp 5,4 juta per bulan” kata Hadi.

BERITA REKOMENDASI