Kehadiran Semen Indonesia Ubah Kehidupan Masyarakat

REMBANG (KRjogja.com)- Pabrik Semen Indonesia Rembang ditargetkan akhir tahun 2016 ini siap beroperasi dan mampu menghasilkan semen 3 juta ton per tahun.

Menurut Pimpinan Proyek Pabrik Semen Indonesia Rembang, Selasa (23/8/2016) keberadaan pabrik semen tersebut diakui telah mengubah kondisi masyarakat Rembah, khususnya di wilayah ring 1 atau sekitar pabrik.

Diakui Sudardji, tokoh masyarakat Desa Tegal Dowo bahwa keberadaan proyek semen tersebut telah mengubah perekonomian masyarakat. "Adanya proyek tersebut, perekonomian rakyat makin hidup. Terutama banyak warga yang kini bekerja di proyek tersebut. Selain itu juga mempengaruhi harga tanah di sini", ungkap Sudardji.

Dulu, kata Sudardji Desa Tegal Dowo merupakan daerah pelosok yang jarang dikunjungi banyak orang. Wilayahnya merupakan daerah tandus karena berupa perbukitan kapur dan sebagian merupakan sawah tadah hujan. Masyarakatnya banyak bekerja di luar sebagai kuli bangunan dan hanya orang tertentu yang dapat mengenyam pendidikan.

"Sekitar tahun 2012 lambat laun mulai berubah, terutama sejak dimulainya proyek Semen Indonesia di sekitar wilayah Tegal Dowo. Adanya proyek tersebut menjadikan harga tanah di sini naik berlipat-lipat. Bayangkan dulu di tahun 1994 tanah 1 hektare di sini harganya Rp 4 juta, kemudian tahun 2003 menjadi Rp 17 juta dan tahun 2012 Rp 200 juta. Sekarang ini bahkan harganya bisa mencapai Rp 800 juta", ungkap Sudardji.

Pola hidup masyarakat pun kini diakui Sudardji telah banyak berubah, terutama sejak adanya sentuhan CSR Semen Indonesia dalam memberdayakan lingkungan di bidang pendidikan, kesehatan serta perekonomian. Melalui pendampingan warga dan bantuan modal usaha, maka secara ekonomi banyak warga yang makin sejahtera. (Cha) 

BERITA REKOMENDASI