Kementan Bantu 20 ‘Rumah Kaca’ Petani Grobogan

GROBOGAN, KRJOGJA.com – Untuk menjaga kualitas hasil panen terutama pada saat musim hujan tiba, Kementerian Pertanian (Kementan) akan membantu pembangunan ultra violet (UV) dryer kepada petani Grobogan. UV dryer yang menyerupai green house atau rumah kaca tersebut sangat membantu dalam usaha pengeringan hasil panen pada saat musim hujan tiba.

“Rencana tahun 2019 Kementan melalui Ditjen Tanaman Pangan akan membantu 20 UV dryer kepada petani Grobogan. Tahun 2018 lalu Grobogan juga sudah dibantu 13 unit UV dryer. Keberadaan UV dryer ini memang sangat diperlukan petani untuk menjaga kualitas hasil panen, terutama saat musim panen berbarengan dengan tingginya curah hujan. Pada kondisi penghujan, hasil panen tidak bisa terjaga kualitasnya karena petani hanya  bisa mengandalkan pengeringan dengan sinar matahari,” ujar Kepala Dinas Pertanian Grobogan Ir Edhie Sudaryanto MM, Senin (18/02/2019).

Dijelaskan, UV dryer merupakan sebuah teknologi baru untuk pengeringan hasil panen berbagai komoditas pertanian. Dengan UV dryer ini proses pengeringan bisa dilakukan cepat sehingga hasil panen bisa terjaga kualitasnya. UV dryer yang bentuknya seperti rumah kaca ini berukuran 8×20 meter dengan didinding dan atapnya terbuat dari plastik khusus. Untuk pembuatan satu titik UV dryer diperlukan dana sekitar Rp 200 juta.

“Pihak Kementan melalui Kasubdit Kedelai Ditjen Tanaman Pangan Kementan Mulyono, beberapa hari lalu sempat mengecek ke lokasi petani yang pernah mendapat bantuan UV dryer di Kecamatan Pulokulon. Yaitu di UV dryer yang dikelola Poktan Kabul Lestari I Desa Panunggalan dan Gapoktan Tani Mulyo Desa Jambon. Bantuan UV dryer tahun 2018 lalu ditempatkan di 8 kecamatan. Yakni, Kecamatan Pulokulon dan Tawangharjo masing-masing ada 3 unit, Kecamatan Purwodadi ada 2 unit, di Kecamatan Tanggungharjo, Ngaringan, Wirosari, Kradenan, dan Toroh masing-masing 1 unit,” sebut Edhie.

Saat ini, pihaknya sudah menyiapkan lokasi pembangunan UV dryer tahun 2019. Rencana akan ditempatkan di wilayah yang selama ini jadi sentra pertanian. (Tas)

BERITA REKOMENDASI