Kondisinya Kritis, Remaja Putri Disekap Hingga Kehabisan Gizi

Menurutnya, pelaku bisa dijerat Pasal 81 ayat (5) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Yang terakhir diubah dengan dengan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

“Dalam hal tindak pidana persetubuhan atau perkosaan, menimbulkan korban lebih dari 1 (satu) orang, mengakibatkan luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya fungsi reproduksi, dan atau korban meninggal dunia, pelaku dipidana mati, seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 10 (sepuluh) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun. Hal ini diatur pada Pasal 81 ayat (5),” tegas Maskuri Alfathy.

Sementara itu, Kepala Dinsos P3AKB Pati, Indriyanto melalui Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ni’mah Munfaat mengaku sangat prihatin terhadap kasus yang menimpa N. Karena korban N mengalami derita fisik maupun psikis. (Cuk)

 

BERITA REKOMENDASI