KPK Geledah Ruang Bupati Jepara

Editor: KRjogja/Gus

JEPARA, KRJOGJA.com – Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah ruang kantor Bupati Jepara selama kurang lebih dua jam, Selasa (4/12). Penggeledahan diduga terkait kasus suap terhadap hakim yang memutuskan praperadilan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi atas perkara dugaan penyelewengan dana bantuan politik (banpol)

Saat penggeledahan, petugas KPK mendapatkan pengawalan aparat kepolisian bersenjata laras panjang. Selain ruang kerja bupati, KPK juga menggeledah rumah dinas Bupati Jepara yang lokasinya berdampingan dengan kantor. Usai melakukan penggeledahan, petugas KPK membawa keluar berkas yang dimasukkan dalam tas koper dan kardus.

Beberapa berkas yang dibawa di antaranya, salinan sumpah jabatan serta salinan surat keputusan (SK) penetapan sebagai bupati dan berkas laporan kegiatan dari organisasi perangkat daerah (OPD) setempat.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, penggeledahan oleh petugas KPK berkaitan dengan putusan majelis hakim yang memenangkan praperadilan yang dilayangkan dalam kasus dugaan penyelewengan banpol. “Sebagai orang taat hukum, kami menghargai apa yang dilakukan KPK,” ujarnya.

Praperadilan itu berawal dari kasus dugaan penyelewengan dana banpol yang diberikan ke organisasi politik  Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jepara tahun 2011 hingga 2013 senilai Rp 78 juta. Bantuan tersebut dibagikan kepada pengurus partai sebagai tunjangan hari raya (THR).

Dari keputusan itu muncul tuduhan kalau pihaknya melakukan tindakan penyuapan terhadap hakim praperadilan yang menanganinya, dan kemudian dilaporkan ke KPK. Dalam kasus tersebut, posisi Ahmad Marzuqi menjabat sebagai Ketua DPC PPP Jepara dan sempat ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

“Kami mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Semarang tahun 2017. Gugatan kami dikabulkan,” katanya. (Trq)

 

BERITA REKOMENDASI