KPU Uji Kekuatan Kotak Suara di Makodim

KUDUS, KRJOGJA.com – Persoalan kotak suara untuk pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) pada 2019 yang menimbulkan kontroversi karena dinilai terbuat dari kardus atau karton, diuji kekuatannya oleh Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus, Senin (17/12/2018). Pengujian dilakukan di Makodim 0722, disaksikan Dandim Kudus Letkol (Inf) Sentot Dwi Purnomo dan anggotanya.

“Pengujian kami lakukan untuk merespon polemik publik yang mempertanyakan kekuatan material kotak suara yang digunakan untuk pilpres dan pileg,” ujar Ketua KPU Kabupaten Kudus Naily Syarifah, didampingi sejumlah komisioner KPU setempat.

Satu per satu bagian kotak suara dicek tim KPU bersama Dandim, mulai dari tali segel hingga kualitas karton jenis duplex. Dandim bahkan duduk dan berdiri di atas kotak suara. Saat diduduki dan dijadikan landasan berdiri, kotak tidak ringsek.

Menurut Naily, kotak berukuran tinggi 60 cm, dan bagian atas berbentuk bujur sangkar dengan sisi masing-masing 40 cm, meliki ketebalan 0,6 mm. Total kotak suara di Kudus tahun ini sebanyak 15.345 unit.

“Kota berbahan karton duplex kuat dan tahan air, serta mampu menahan beban 80 kilogram. Selain itu lebih efisien dan lebih ringan dari bahan alumunium,” terangnya.

Pengadaan kotak suara berbahan duplex sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Mengacu regulasi, kotak suara Pemilu 2019 dibuat transparan untuk memastikan kotak benar-benar kosong saat akan dilakukan pemungutan suara maupun setelah perhitungan suara.

Dandim 0722 Kudus Letkol (Inf) Sentot Dwi Purnomo mengakui kotak suara pemilu itu cukup kuat dan aman digunakan. “Untuk jebol kemungkinannya kecil,” ungkapnya.

Maka pihaknya meminta polemik kekuatan karton duplex, tidak perlu diperdebatkan lebih panjang. Lantaran dalam proses pembuatannya sudah diperhitungkan secara matang. Beban kertas dalam satu kotak suara jelas jauh lebih kecil dibanding kekuatan kotak suara yang mampu menahan beban 80 kilogram.(Trq)

BERITA REKOMENDASI