Kudus Siapkan Role Mode Angkutan Peziarah

KUDUS, KRJOGJA.com – Bupati Kudus meluncurkan program satu tiket satu harga dalam satu perjalanan untuk angkutan antar peziarah ke makam Sunan Kudus, dari terminal transit di Desa Bakalan Krapyak Kecamatan Kaliwungu atau sebaliknya. 

Penerapan program angkutan satu tiket satu harga diharapkan bisa menjadi role mode hal serupa di Jawa Tengah. Tujuannya untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para peziarah. Bus angkutan penumpang peziarah tidak boleh memasuki jalan protokol di sekitar makam  Sunan Kudus, guna menghindari kemacetan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuduskemudian menyediakan terminal Bakalan Krapyak dengan berbagai fasilitas, untuk transit para peziarah sebelum menuju ke makam Sunan Kudus.

Untuk mengangkut peziarah sejauh sekitar 1,5 kilometer, disediakan beberapa jenis moda angkutan, antara lain becak, ojek, angkutan kota, mobil wisata dan dokar. Penumpang disediakan tiket dengan sistem satu harga sekali perjalanan. Untuk angkutan becak sebesar Rp 15 ribu untuk dua orang, ojek Rp 8 ribu satu orang, serta angkutan kota, mobil wisata dan dokar masing- masing Rp 5 ribu per orang.

"Penumpang tinggal membeli tiket, tidak usah tawar menawar. Tiket kemudian ditunjukkan ke pengemudi moda transportasi yang telah disiapkan. Penarik becak, tukang ojek, serta pengemudi angkutan dan dokar tinggal menukarkan tiket ke petugas. Ini sebagai bentuk akuntabilitas, dimulai dari kecil untuk pelayanan,” ujar Bupati Kudus Musthofa, saat melihat pelayanan tiketing satu harga, di terminal Bakalan Krapyak Kaliwungu, Jumat (27/10).

Peziarah Walisongo, Gus Salam (52) asal Desa Candi Kecamatan Candi Sidorajo Jatim setuju dengan model pembelian dengan satu harga. Dengan begitu penumpang tidak perlu menawar dan mendapatkan kepastian harga. “Kalau tidak begitu, harga tiket bisa semaunya. Adanya satu tiket satu harga, dapat memberikan kenyamanan,” terangnya. (Trq)

BERITA REKOMENDASI