Kupatan, Ribuan Orang Padati Taman Kartini

REMBANG, KRJOGJA.com – Genap sepekan setelah hari raya idul fitri, di Kabupaten-Kabupaten pantura selalu menyelenggarakan tradisi kupatan atau lebaran Ketupat(Bodho Kupat). Dalam lebaran ketupat biasanya warga menyelenggarakan acara selamatan di masjid atau surau terdekat dengan menu utama ketupat yang dimakan beramai-ramai setelah upacara doa. Dan yang lebih menarik,bagi warga yang mukim di tepi pantai,tradisi 'bada kupat' dijadikan momentum untuk melakukan rasa syukur kepada Tuhan dengan label 'Sedhekah Laut' dengan melakukan upacara ritual,larung sesaji ke tengah laut dan menampilkan aneka hiburan termasuk diantaranya tradisi lomban (wisata- berperahu ke tengah laut).

Hasil pantauan KRJOGJA.com, Minggu (2/7/2017) ribuan pengunjung yang datang dari Kabupaten Rembang dan sekitarnya memadati taman rekreasi pantai Kartini (dampo Awang Beach) yang kebetulan letaknya di jantung kota Rembang. Disamping berbelanja dengan aneka dagangan yang disediakan oleh panitia,pengunjung juga melakukan acara lomban dengan kawalan ketat tim pengamanan SAR. Bahkan jauh sebelum syawalan, Kapolres Rembang dan Kepala Dinas Perhubungan sudah memberi himbauan agar pelaksanaan lomban tetap dipusatkan di pantai rekreasi Kartini,dengan alasan demi keamanan.

"Kami menyadari saat ini banyak tempat wisata laut seperti Pantai Karang Jahe dan pantai Caruban di Lasem yang juga ramai dikunjungi,tetapi Pemkab sudah memutuskan acara "lomban" tetap di pantai Kartini. Hal itu karena tenaga pengamanan telah kami siapkan,sehingga kalau "lomban" diluar Pantai Kartini soal keamanan tentu sulit kita pantau dan boleh dikata "lomban liar," kata Kepala Dinas Perhubungan Kab Rembang, Suyono.

Bahkan untuk mengantisipasi membludaknya arus balik khususnya dari arah Surabaya – Semarang – Jakarta, Kapolres Rembang sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan membelokkan arus kendaraan dari arah Lasem sebelum memasuki kota masuk ke jalan lingkar (ring road timur Rembang). Acara syawalan diperkirakan berlangsung selama tiga hari berturut-turut hingga hari Rabu dan Kamis mendatang dengan agenda larung sesaji dan lomba perahu dayung di beberapa desa/Kelurahan pantai kota Rembang. Sebelum dilakukan larung sesaji, berbagai bentuk sesaji dikirap keliling kota. Beberapa warga kota Rembang yang berada di perantauan meminta kepada Pemkab setempat agar tradisi syawalan yang unik tersebut bisa digunakan untuk paket wisata lokal. (Ags)         

BERITA REKOMENDASI