‘Loncat Indah’ di Kubangan Bekas Galian, 4 Siswa SMP di Kudus Tewas

Editor: KRjogja/Gus

KUDUS, KRJOGJA.com – Empat siswa SMP tewas tenggelam saat berenang di kubangan air berlumpur bekas galian C di Desa Klumpit Kecamatan Gebog, Rabu (22/1) sore. Korban tewas yaitu M Faruq Ilham (13) dan M Jihar Gifri (13)- keduanya siswa kelas 7 SMP Negeri 2 Gebog, serta David Raditya (14) dan Habib Roihan (13) siswa MTs Matoli’ul Huda Gebog, seluruhnya warga Desa Klumpit. 

Mereka dievakuasi warga setempat dan dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus, setelah mendapatkan laporan dua rekan korban yang selamat yaitu Andreas Firman Zaki (13) dan Nurul Alfian (13). Andreas dan Alfian merupakan teman seangkatan dengan dua korban tewas Faruq dan Jihar di SMP Negeri 2 Gebog. Baru sekitar pukul 18.30 seluruh korban dibawa pulang keluarganya setelah mendapatkan visum dokter RSI Sunan Kudus. Dari keempat korban, rencananya Faruq Ilham langsung dimakamkan Rabu mala mini. Sedang tiga lainnya dimakamkan Kamis (23/1) pagi.

Peristiwa naas terjadi sekitar pukul 14.30, saat enam siswa SMP bermain di bekas tanah galian C yang sudah hampir dua bulan ini ditutup paksa karena tidak berizin. Pengelola galian C sebenarnya telah diminta menutup bekas lubang galian dengan tenggat waktu dua pekan, namun hingga kini belum dilakukan hingga jatuh korban.

Berdasar pantauan di tempat kejadian perkara (TKP), bekas galian C dengan bentuk tidak teratur ukuran sekitar 15 x 20 meter per segi dengan kedalaman kurang lebih tiga meter, berisi genangan air selama musim hujan ini. Para korban tidak mengetahui kalau di bawah permukaan air terdapat lumpur tebal sisa galian C. Mereka satu per satu melompat ke dalam kubangan air. Namun sekali lompatan mereka tidak muncul lagi, diduga masuk ke dalam lumpur. Mengetahui empat rekannya tidak kembali ke atas permukaan, dua remaja lain Andreas dan Alfian tidak jadi menceburkan diri. Keduanya panik dan lari ke perkampungan yang berjarak sekitar 400 meter dari TKP, untuk meminta bantuan warga.

Salah satu guru SMP 2 Gebog, Abdullah Noor membenarkan dua siswa tewas Faruq Ilham dan Jihar Gifri, serta dua yang selamat Andreas dan Alfian merupakan siswa kelas 1 di SMP tempat ia mengajar. Pihaknya menduga, ke enam siswa bermain bersama usai pulang sekolah. Camat Gebog Kudus, Bambang Gunadi mengatakan, peristiwa naas mungkin tidak terjadi apabila bekas lubang galian C langsung ditutup paska kesepakatan penutupan. “Kami ikut berbelasungkawa tehadap keluarga korban,” ujarnya.

Sementara paman dari korban Faruq Ilham, yaitu Gunadi menuturkan kalau pihak keluarga akan menuntut pihak pengelola dan Pemerintah Desa Klumpit yang tidak segera menjalankan kesepakatan penutupan atas bekas lubang galian C. (Trq)

 

BERITA REKOMENDASI