Makam Kartini Mulai Ramai Peziarah

Editor: KRjogja/Gus

REMBANG  (KRjogja.com) – Ribuan peziarah sejak sepekan belakangan ini mulai membanjiri makam pahlawan emansipasi wanita RA Kartini di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang. Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan isteri dipandu Bupati Rembang Abdul Hafid diketahui sudah melakukan ziarah ke makam Kartini belum lama ini. 

Kegiatan rutin tersebut akan diikuti berbagai organisasi wanita di Provinsi Jawa Tengah. Di pusat kota dan kompleks museum Kartini yang menempati rumah dinas Bupati Rembang dan pendopo setempat dijadikan sentral puncak peringatan. Bahkan selama bulan April berbagai kegiatan mulai dari peragaan busana dan keluwesan dipusatkan di pendopo Kabupaten Rembang.

Namun sayangnya, keberadaan museum RA Kartini Rembang selama beberapa tahun belakangan  ini terkesan kurang perhatian dari Pemkab Rembang. Hal itu dapat dilihat dari beberapa sarana pendukung, fasilitas, sampai bagian dari museum saat ini diakui memerlukan sentuhan perbaikan ataupun perawatan.

Berdasarkan pantauan KR  banyak fasilitas yang tidak terawat bahkan terkesan kumuh hingga memunculkan nuansa horor. Seperti area pertamanan di sebelah timur museum yang mangkrak, lampu-lampu yang sebagian besar hanya sebatas pajangan. Paling menonjol yakni keberadaan kamar selir sebanyak 5 ruang yang dibiarkan terbengkalai. Padahal, kamar-kamar tersebut memiliki nilai historis yang cukup tinggi dan dapat menjadi daya tarik bagi pengunjung. Namun saat ini justru digunakan sebagai ruang gudang.

“Disana ada lima kamar selir dari suami Ibu Kartini. ada juga dua kamar mandi selir. Namun saat ini memang masih terbengkalai. Satu kamar sekarang digunakan sebagai kamar penjaga, lainnya memang untuk menyimpan barang,” tutur Nugraeni Saputri, tour guide museum RA Kartini. 

Meskipun beberapa barang peninggalan RA Kartini terpajang secara rapi dibalik kotak kaca, namun masih terkesan tidak terawat. Sebab, kaca sebagai kotak pelindung nampak berdebu dan kotor.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Ir Dwi Purwanto saat ditemui di ruang kerjanya mengakui, pihaknya belum secara total melakukan pemeliharaan. Saat ini pihaknya sedang fokus melakukan revitalisasi pada ruang diorama dan ruang menonton film RA Kartini dengan menggunakan anggaran dana hibah Bank Indonesia senilai Rp 975 juta.

“Untuk taman outdoor tahun ini kami juga tata, anggaran sudah direncanakan senilai Rp 260 juta. Tahun depan juga sudah ada wacana penataan taman di sekitar gapura masuk,” jelasnya. (ags)

BERITA REKOMENDASI