Malam 1 Sura, Warga Sidomukti Ritual Keliling Desa

Editor: Ivan Aditya

KENDAL, KRJOGJA.com – Sudah menjadi kegiatan rutin tahunan di Desa Sidomukti Kecamatan Weleri Kabupaten Kendal setiap malam 1 Sura warga melakukan ritual jalan kaki keliling desa. Ritual ini sudah dilaksanakan turun temurun sejak Desa Sidomukti berdiri.

Sesepuh Desa Sidomukti, Jasmani mengungkapkan, sejak generasi pertama Kepala Desa Mbah Singo pada tahun 1826 hingga Kepala Desa saat ini Sugiyanto, ritual ini setiap tahun dilaksanakan. Tujuan dari jalan kaku keliling desa ini agar Desa Sidomukti selalu dalam kedamaian dan warganya selalu mendapatkan keberkahan dan kemudahan dalam mencari rejeki.

Dalam Tradisi napak tilas ini Kepala Desa juga menancapkan empat tonggak dari bambu kuning sebagai tapal batas desa. "Ada empat tongak dari bambu kuning yang dibawa kepala desa untuk ditancapkan pada empat titik di empat dukuh yaitu Dukuh Pakis, Dukuh Besokor, Dukuh Tuksuruh dan Dukuh Saren," ujar Jasmani disela ritual, Rabu (20/09/2017) malam.

Empat titik yang ditancapkan tonggak tersebut merupakan batas wilayah Desa Sidomukti dengan desa dan kecamatan yang lain. Desa Sidomukti wilayah bagian utara berbatasan dengan Desa Bumiayu Kecamatan Weleri, bagian barat dengan Kecamatan Pageruyung, Sebelah Selatan dengan Kecamatan patean dan sebelah utara dengan Kecamatan Ringinarum.

Dalam ritual ini baik kepala desa, perangkat desa dan warga yang mengikuti tidak boleh menengok kebelakang dan juga dilarang berbicara kecuali saat menancapkan tonggak tapal batas. Pada setiap menancapkan tonggak tokoh agama yang mengikuti ritual mengumandangkan adzan dan iqomah serta tahlil.

Selain membawa tonggak sebagai tapal batas, kepala desa dan rombongan perangkat serta warga juga membawa garam yang sersekali ditaburkan. Karena ritual yang dijalankan tidak megenakan alas kaki dan melintasi tidak hanya jalan kampung namun juga jalan ditepi hutan serta sawah dengan membawa garam dan menaburkan diharapkan terhindar dari binatang buas terutama ular dan kalajengking.

Perjalanan sejauh 10 km ini ditempuh dalam waktu 3 jam dan tepat tengah malam. Kepala desa beserta rombongan kembali ke rumah dan langsung melakukan mandi jamas lalu menemui warga yang hadir di rumah kapala desa. (Ung)

BERITA REKOMENDASI