Masuk Top 45, RKG Bakal maju Kompetisi Tingkat Dunia

Editor: KRjogja/Gus

GROBOGAN, KRJOGJA.com – Setelah dinyatakan masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2019, yang penghargaannya diserahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) di Semarang pada 18 Juli 2019 lalu, kini Rumah Kedelai Grobogan (RKG) lolos masuk Tp 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019.

“Alhamdulillah RKG bisa masuk Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019 dan punya kesempatan mengikuti kompetisi tingkat dunia yaitu United Public Service Award (UNPSA) yang diselenggarakan PBB,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan Ir Edhie Sudayanto MM kepada KR, Kamis (15/08/2019).

RKG masuk Top 45 setelah diumumkan resmi oleh Menteri PANRB Syafruddin di Kantor Kementerian PANRB, Rabu (14/8). Disebutkan, Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019 ini terdiri dari 8 kementerian dengan 9 inovasi, 4 lembaga sebanyak 4 inovasi, 5 provinsi dengan 5 inovasi, 16 kabupaten dengan 17 inovasi, 9 kota sebanyak 9 inovasi, dan 1 BUMN dengan 1 inovasi. Proses seleksi Top 45 dilakukan oleh Tim Panel Independen dan Tim Evaluasi. Top 45 diperoleh dari Top 99 yang diseleksi melalui tahap presentasi dan wawancara serta verifikasi dan observasi lapangan.

Disebutkan pula, bagi pemerintah daerah yang inovasinya terpilih sebagai Top 45 juga akan mendapatkan alokasi Dana Insentif Daerah (DID). Rencana Menurut Kepala Dinas Pertanian Grobogan, rencana penghargaan Top 45 akan diserahkan langsung Wapres Jusuf Kalla pada akhir September 2019.

Dijelaskan, RKG merupakan instalasi terpadu untuk memberikan pelayanan informasi dan edukasi agribisnis kedelai lokal, dari hulu sampai hilir berbasis one stop learning atau tuntas dalam satu lokasi. “Pengguna layanan di RKG akan dibimbing mulai dari persiapan lahan, pembenihan, budidaya, pengolahan produk, hingga pemasarannya. Jadi semuanya tuntas dalam satu lokasi,” katanya.

Sudah banyak pihak yang memanfaatkan keberadaan RKG. Selain petani, ada pula pengusaha tempe dan tahu, pelaku UMKM, siswa, mahasiswa, intansi pemerintahan serta masyarakat umum. Tercatat, hingga Mei 2019, orang yang datang belajar ke RKG datang dari 12 Provinsi dan 25 kabupaten di Indonesia. RKG juga telah melakukan edukasi terhadap 249 kelompok yang berasal dari 14 kecamatan sentra kedelai di Grobogan. (Tas)

 

 

BERITA REKOMENDASI