Mengadu Soal Cantrang, Nelayan Pantura Berangkat ke Istana

Editor: KRjogja/Gus

REMBANG (KRjogja.com) – Ketua Serikat Nelayan Indonesia Cabang Kabupaten Rembang, Suyoto (50) mengatakan,jika pelarangan jaring cantrang di pantai utara Jawa merupakan bentuk ketidakadilan pemerintah terhadap kehidupan nelayan. Oleh karennya nelayan pantai utara Jawa mulai dari Banyuwangi hingga Banten sudah bersepakat untuk melakukan aksi massal tanggal 17 Januari di Istana Negara,Jakarta.

"Kami serikat nelayan,khususnya yang menggunakan alat tangkap cantrang sudah berkoordinasi untuk melakukan aksi damai di halaman istana Negara. Segala perizinan sudah diurus oleh panitia. Penyampaian surat kepada Bapak Presiden Joko Widodo untuk memberi toleransi keberadaan jaring cantrang. Bahkan hari ini (senin,15/1) beberapa rombongan nelayan sudah berangkat ke Jakarta," kata Suyoto, Senin kemarin.

Janji nelayan cantrang sebagaimana demo akbar tanggal 8 januari di gedung DPRD Rembang dan sempat memblokir jalur pantura sudah ditegaskan oleh pengurus serikat nelayan untuk bertemu Presiden tanggal 17 Januari bersama kelompok nelayan lain di pantura.Bahkan dalam orasinya,para pendemo meminta kalangan wakil rakyat dan Bupati Rembang Abdul Hafid ikut menghadap pimpinan negara terkait tuntutan nelayan.

Hasil pantauan KR,sehari setelah demo besar-besaran,jajaran Pemkab Rembang langsung mengadakan pertemuan intens yang dipimpin langsung oleh Bupati Rembang. Hasil pertemuan bahkan sudah dirumuskan oleh tim untuk disampaikan kepada Presiden dan Menteri Kelautan dan Perikanan di Jakarta.

Bupati Rembang Abdul Hafid didampingi Sekda Subhakti ditemui terpisah di Setda Rembang menyatakan dalam posisi yang sulit terkait tuntutan nelayan cantrang. Sebab,kata Bupati,berbagai sosialisasi kepada para nelayan terus intensif dilakukan. 

"Dalam laporan kami kepada Bapak Presiden,terkait tuntutan nelayan cantrang kami memberikan solusi,agar jaring cantrang tetap beroperasi tetapi dengan beberapa catatan penting dan beberapa catatan (persyaratan khusus,Red) tentu sangat rahasia dan belum bisa saya sampaikan," kata Bupati didampingi Sekda Subhakti. (ags).     

BERITA REKOMENDASI