Meski di Pelosok Pati, Desa Suwatu Kini Eksis di Dunia Maya

Editor: KRjogja/Gus

PATI (KRjogja.com) – Berada di daerah terpencil dan jauh dari pusat pemerintahan kabupaten Pati tidak membuat warga desa Suwatu kecamatan Tlogowungu berpasrah diri. Melalui pengadaan jaringan internet yang dikelola BUMDes "Budi Utama", warga Suwatu mampu menperkenalkan desanya melalui dunia maya. Mereka bisa menjual hasil pertanian, seperti ketela, jagung, murbey, dan buah-buahan ke pasar bebas. 

Fasilitas internet desa Suwatu bisa menjangkau ke 11 wilayah RT (5 RW) yang dihuni 1899 jiwa. Bahkan sebuah perusahaan di Semarang menawarkan kerjasama untuk membuat minuman (coktail) dengan baku buah rambutan asal desa Suwatu.

‎"Ini merupakan keberhasilan warga untuk menaikan harga rambutan. Karena jika dijual biasa hanya laku Rp 2.000 per ikat" kata Agus Priyanto, Selasa (6/3).

‎Menurut Agus, yang menjabat Staf Kaur Keuangan, fasilitas internet didirikan sejak Desember 2017, dengan menggunakan dana bantuan Ketahanan Masyarakat dari pemprov Jateng sebesar Rp 30 juta. 

‎Tower internet setinggi 24 meter dipasang di halaman balai desa Suwatu. Mengambil abondemen dari Juwana atau sejauh 23 kilometer. Kemudian dipancarkan ke 6 titik. Dari stasiun really itulah, pancaran internet dibagikan ke warga yang berlangganan.

‎"Per titik punya pelanggan 30 orang. Mereka membayar langganan Rp 30.000 per bulan" tutur Agus Priyanto.

‎Menurutnya, fungsi internet di desanya, bisa dinikmati warganya untuk menambah nilai ekonomis. Misal untuk menjual hasil pertanian, browsing cara membuat bonzai serut, murbey, lantana atau pernik-pernik cindera mata. 

‎Khusus di bidang pemerintahan, internet desa Suwatu dipergunakan untuk mengakses aneka informasi secara online. Misalnya sistim informasi desa (SID), sistim keuangan (Suskeudes) atau masalah perencanaan pembangunan (Simral). ‎"Walau desa Suwatu berada di pelosok, namun kami bisa mengakses ke pelaporan pemerintah pusat" tambah Agus Priyanto. (Cuk)

BERITA REKOMENDASI