Mirna Annisa Minta Warga Tak Buang Sampah Sembarangan

Editor: Ivan Aditya

KENDAL, KRJOGJA.com – Aksi Bupati Kendal Mirna Annisa membuat kikuk masyarakat yang melintas di kawasan Alun-alun dan Taman Garuda. Pejabat pun dibuat bingung, pasalnya orang nomor satu di Kabupaten Kendal ini tidak segan memungut sampah. Mirna memungut sampah setelah melihat kawasan sekitar Alun-alun berbau tidak sedap yang ditimbukkan dari para pedagang.

Aksi Bupati Mirna dilakukan usai Apel Pagi Selasa (18/12/2018). Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengikuti apel ikut memungut sampah dan menata penempatan tempat-tempat sampah dengan baik.

Mirna mengatakan, jika kondisi ini dibiarkan maka taman kota sebagai ruang terbuka hijau tidak akan nyaman untuk dinikmati masyarakat, terutama bagi anak-anak yang bermain. Pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-alun dan Taman Garuda Kendal yang tidak menjaga kebersihan.

"Tak hanya para PKL saja, demikian halnya bagi warga yang tidak ikut menjaga kebersihan atau membuang sampah sembarangan juga akan diberi sanksi. Jika tidak ada sanksi tegas, mereka tidak akan berubah," ujar Mirna.

Dengan pemberian sanksi tegas itu, menurutnya agar masyarakat disiplin dalam menjaga kebersihan. Mulai dari peringatan, hingga sanksi tidak boleh berjualan lagi. Anggota Linmas nantinya akan diberi tugas untuk melakukan pengawasan dan memfoto warga yang membuang sampah sembarangan, lalu foto itu akan dipajang di kawasan Alun-alun.

Selanjutnya, Bupati segera mengundang pengurus Paguyuban PKL Bahurekso Kendal untuk membuat komitmen dalam menjaga kebersihan. "Bagi pedagang yang tidak bisa menjaga kebersihan, terpaksa akan diberi sanksi yakni tidak boleh berjualan," tegas Mirna.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kendal, Sri Purwati mengatakan, pihak dinas sudah berupaya untuk membuat taman kota menjadi bagus dan bersih. Selain memelihara tanaman juga menempatkan beberapa tempat sampah.

"Petugas hampir setiap hari melakukan tugasnya masing-masing yakni membersihkan sampah. Atas arahan Bupati, Taman Garuda ini harus ditata kembali supaya bersih, rapi dan sehat," ujar Purwati.

Sementara itu, pengurus paguyuban PKL Bahurekso Kendal, Yuli Haryati mengatakan, pemberitahuan ke para pedagang untuk menjaga kebersihan sudah sering disampaikan. Jika sanksi tegas itu diberlakukan, tentunya para pedagang akan tertib dan selalu menjaga kebersihan.

"Sebenarnya berat jika sanksinya tidak boleh berjualan, sebab pedagang harus bekerja mencari nafkah. Semoga saja dengan sanksi tegas itu, akan membuat pedagang benar-benar mentaati peraturan," ujar Yuli. (Ung)

BERITA REKOMENDASI