Mulai Turun Hujan, 90 Desa di Grobogan Masih Alami Kekeringan

GROBOGAN, KRJOGJA.com – Meski sebagian wilayah Kabupaten Grobogan sudah mulai turun hujan, namun masih ada sekitar 90 desa mengalami kekeringan dan warganya kekurangan air bersih. Untuk mengatasi hal itu, Polres Grobogan memberi bantuan air bersih.

“Kali ini kami membantu air bersih 18 ribu liter di Desa  Bologarang Kecamatan Penawangan. Di desa itu hampir seluruh sumber air bersih mengering,” ujar Kapolres AKBP Choiron saat memimpn anak buahnya melakukan droping air bersih, Rabu (26/09/2018).

Menurutnya, warga di Desa Bologarang mengalami kesulitan air bersih sejak beberapa bulan lalu. Hampir seluruh sumber air seperti sumur gali dan sungai mengering. “Terima kasih kepada Bapak Kapolres yang telah membantu air bersih,” ucap Tri Wahyu (39), warga setempat.

Bantuan sama dilakukan PMI. Menurut Kasi Pelayanan Bidang Yansoskesmas PMI Cabang Grobogan Gesit Kristyawan, PMI Grobogan telah melakukan droping air bersih sebanyak 536 ribu liter ke beberapa desa yang membutuhkan air bersih. “Terakhir kita bantu warga Desa Bago Kecamatan Kradenan,” jelasnya.

Terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Grobogan Budi Prihantoro mengungkapkan, bencana kekeringan masih melanda sekitar 90 desa di 15 kecamatan. “Hanya empat kecamatan yang relatif aman dari bencana kekeringan. Yaitu Kecamatan Klambu, Godong, Gubug dan Tegowanu,” ujarnya.

Hingga saat ini, masih ada beberapa camat dan kades menghubungi BPBD minta bantuan air bersih. Namun karena keterbatasan armada, pihaknya belum bisa memenuhi. “Armada kita jumlahnya terbatas. Dari PDAM hanya memiliki 3 armada, sedangkan BPBD hanya 1 armada. Sehingga pengedropannya harus antri lama,” jelas Budi.

Ditambahkan, BPBD Grobogan sudah menyalurkan air bersih sebanyak  546 tangki. Sedangkan anggaran yang tersedia hanya sekitar 670 tangki. (Tas)

BERITA REKOMENDASI