Nelayan Cantrang Rembang ‘Duduki’ Halaman DPRD

REMBANG, KRJOGJA.com – Ribuan nelayan cantrang Kabupaten Rembang,Senin (08/01/2017) pagi hingga sore berkeliling di jalan protokol kota Rembang hingga sempat memacetkan arus lalu lintas pantura. 

Kapolres Rembang AKBP Pungkli Bhuana S yang terjun ke lokasi akhirnya mengalihkan arus dari barat ( Smg-Jakarta-Surabaya) dan sebaliknya di Jl Wahidin hingga tembus Jl Dr Sutomo dan kembali ke jalur pantura guna menghindari penumpukan manusia di depan Pemkab Rembang dan DPRD setempat. 

Nelayan meminta Bupati dan DPRD merespon tuntutan nelayan cantrang yang sejak awal januari 2018 tidak bisa melaut.

Ketua Aliansi Nelayan 'Dampo Awang' Rembang, Suyoto (45) dalam orasinya menyebut,jika pemerintah pusat dinilai ingkar janji saat bertemu dengan nelayan pantura saat demo di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan beberapa bulan lalu. 

Menurut Suyoto ada tiga point janji pemerintah pusat yang tidak direalisasi. Pertama, bantuan alat tangkap ramah lingkungan (jaring Giel net) yang diberikan Kementerian Kelautan Dan Perikanan jumlahnya relatif sedikit. 

Kedua, kata Suyoto bantuan permodalan untuk nelayan supaya bisa segera merombak design kapal cantrang berikut jaring cantrang tidak juga dicairkan. Ketiga, Kementerian Kelautan Dan Perikanan yang telah berjanji akan menerjunkan tim independen yang akan melakukan kajian teknis ke lokasi nelayan cantrang tidak kunjung datang.
        
"Tiga pilar pokok yang dinanti nelayan cantrang pantura tidak kunjung ditepati. Maka dalam kesempatan ini saya berani menegaskan jika jaring cantrang tidak merusak terumbu karang dan habitat laut. Oleh karenanya nelayan pantura di Jawa sudah bersepakat akan menggelar aksi yang lebih besar di istana Presiden pada 17 januari nanti," kata Suyoto. (Ags)
 

BERITA REKOMENDASI