Nelayan Kendal yang Jual Hasil Tangkapanya ke TPI Hanya 10 Persen

KENDAL, KRJOGJA.com – Tempat Pelelangan Ikan Bandengan mengalami penurunan pendapatan, pasalnya nelayan yang nemanfaatkan TPI sebagai tempat penjualan ikan hanya 10 persen. 

"Nelayan yang menjual hasil tangkapannya di luar TPI mencapai 90 persen dari jumlah nelayan di Kelurahan Bandengan," ujar Zaenal Arifin Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, Minggu (22/9/2019) 

Kebanyakan nelayan menjual dengan sistem ijon kepada tengkulak sehingga ikan yang dihasilkan langsung diambil tengkulak tanpa lewat TPI. "Ini menjadi permasalahan serius karena hasil tangkapan dihargai rendah, jadi merugikan nelayan," lanjutnya. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal.

Dalam Sedekah laut yang digelar setiap tahun dan digelar di Bulan Syuro berharap mendapatkan tangkapan yang banyak. Selain sedekah laut rangkaian berziarah ke tokoh nelayan Bandengan menjadi salah satu acara. Dua tokoh adalah Mbah Rancang dan Mbah Jenggot. 
Subkhan panitia Sedekah laut mengatakan ada beberapa rangakaian acara seperti hiburan dangdut, karnaval dan wayang orang. "Kami berharap dengan sedekah laut nelayan bisa mendapat tangkapan yang banyak," ujar Subkhan.

Sementara itu Bupati Kendal Mirna Annisa saat membuka acara sesekah laut berharap agar acara seperti ini bisa membawa berkah bagi nelayan. Pihaknya berharap agar kebersamaan dan kerukunan selalu dijaga. "Sedekah laut merupakan bentuk rasa syukur dan mengharap keberkahan dalam bekerja dan mendapatkan rejeki berupa yangkapan ikan yang banyak," ujar Mirna. Bupati Mirna juga memberikan bantuan untuk acara sedekah laut bandengan sebesar Rp 20 juta. (Ung)
 

BERITA REKOMENDASI