Nelayan Mudik, Pelabuhan Juwana Ikut ‘Macet’

PATI,KRJOGJA.com – Keadaan  macet ternyata tidak hanya dikenal di jalur armada darat saja. Di dunia perairan ternyata juga ada istilah macet, seperti yang terjadi di pelabuhan Juwana Pati. Ribuan kapal dan cukrik berebut tempat  sandar. Ini adalah kemacetan kapal yang terjadi di kawasan pelabuhan Juwana saat menjelang libur lebaran.

Fenomena alur sungai Juwana dipadati ribuan kapal dan cukrik dengan  posisi tambat (parkir) yang  cenderung semrawut, selalu terjadi menjelang libur lebaran. Selain milik nelayan Juwana sendiri, beberapa kapal yang berlabuh di pelabuhan Juwana juga ada yang berasal dari Rembang, Pekalongan, Banyuwangi, Kendal, Tegal dan bahkan dari Makasar.

Mereka sandarkan kapalnya di pelabuhan Juwana, lalu para nakoda dan Anak Buah Kapal (ABK) pulang ke daerah asal untuk berlebaran bersama keluarganya di rumah.

Dari pantuan KRJOGJA.com, di sepanjang sungai Silugonggo Juwana tercatat ratusan kapal yang sedang tambat. Diantaranya sekitar 300 kapal cantrang (bobot GT 29-100GT). Kemudian 100  kapal pancing (bobot GT 30-80GT), 100  kapal cumi (bobot GT 20-50), 150 kapal penampung (bobot GT 20-200). Serta kapal purse seine (bobot GT 50-200GT), dan ratusan kapal  kasko (proses pembuatan). Kemudian juga ada puluhan kapal tarik (30GT), dan ratusan cukrik tambang.

“Akibat menumpuknya kapal menyebabkan terjadinya pendangkalan alur sungai Juwana. Karena dibawah kapal dipenuhi kotoran dan sampah,” tutur Ketua Pekerja Nelayan Juwana, Hadi Sutrisno, Senin (19/6/2017).

Beberapa nelayan yang ditemui beraharap agar pemerintah segera mencarikan solusi yabg tepat. Diantaranya membuat  bantaran di sepanjang sungai, serta  dibuatkan  jalan sampai muara.

"Pemkab Pati maupun Pemprov Jateng diharapkan bisa berguru ke pelabuhan   Karangsong kabupaten Indramayu. Demi Juwana yang lebih baik,” kata seorang nelayan Juwana, Suwito.(Cuk)

 

BERITA REKOMENDASI