Nelayan Rembang Terimbas Dampak Corona

Editor: Ivan Aditya

REMBANG, KRJOGJA.com – Penyebaran virus Corona berimbas kepada kelangsungan hidup nelayan kecil. Setidaknya ribuan nelayan di pantura (pantai utara ) Jawa terkena dampaknya. Puluhan bahkan ratusan perusahaan pengolah ikan tutup hal itu berpengaruh terhadap harga.

Harga ikan segar berdasar pantaun KRJOGJA.com selama tiga hari ini melorot tajam, terlebih Pemkab Rembang membatasi jam operasional (jam buka) pasar induk setempat hingga maksimal pukul 11 siang. Sabtu (11/04/2020) siang Bupati Rembang Abdul Hafid tanpa agenda protokoler menyempatkan meninjau situasi tempat pelelangan ikan (TPI) Tasikagung, Rembang kota.

Bupati mengecek lelang di TPI Tasikagung dan melakukan wawancara langsung dengan petugas TPI dan para bakul (pedagang) kondisi pasca pandemi covid 19.

“Tolong kami pedagang ikan dan nelayan kecil Pak Bupati,kalau kondisinya begini terus,kami bisa kelaparan,” kata Sudarmi (55) pedagang ikan setempat kepada Bupati.

Bupati menimpali, keadaan seperti itu bukan hanya di Kabupaten Rembang saja tetapi menyeluruh karena bencana Covid 19 merupakan bencana tingkat dunia.

“Saya hanya bisa memacu semangat para nelayan dan bakul ikan supaya bersabar dan tabah. Pemerintah sudah menyiapkan jaring pengaman sosial,berupa bantuan sembako,” kata Bupati.

Meskipun tidak bisa memuaskan para nelayan dan bakul ikan (juga terkait jaring pengaman sosial) namun kehadiran orang pertama di Rembang tersebut diharapkan bisa menambah semangat agar tidak mudah patah semangat. Karena over produksi,disisi lain semua perusahaan pengolah ikan tutup semua menyebabkan harga ikan terus melorot.

“Produksi ikan melimpah,sementara daya tampung yang besar (penyerap) dari perusahaan ikan tutup berarti tidak menyerap produksi (hasil), minimnya daya serap mengakibatkan harga pasar turun drastis,” kata Ahsanudin, Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi.

BERITA REKOMENDASI