Nelayan Sepakat Kirim Surat ke Presiden

REMBANG, KRJOGJA.com – Ratusan nelayan berbondong-bondong ke balai Kelurahan Pacar dan Kelurahan Tasikagung kota Rembang kemarin. Mereka bersepakat untuk menulis surat kepada presiden Joko Widodo perihal palarangan jaring 'cantrang' yang telah membuat kehidupan nelayan di kawasan ini menjadi kian sulit, Namun saat ditanya kapan mereka akan mengirimkannya dikatakan masih akan dikoordinasikan dengan Aliansi Nelayan Indonesia.

"Soal berkirim surat kepada Bapak Presiden,ini adalah upaya yang final,sebab nelayan Cantrang di pantura merasa terhimpit untuk mencari nafkah," kata tokoh nelayan Cantrang Rembang Lestari (45) kepada KRjogja.com, Selasa (3/10/2017).

Diperoleh keterangan saat dilakukan demo besar-besaran oleh nelayan pantura tanggal 11 Juli 2017 silam ke gedung DPR pusat dan Istana Presiden,diperoleh kesepakatan,jika pemerintah akan menerjunkan tim independen untuk melakukan 'uji petik' terhadap aktifitas jaring cantrang yang diidentikan dengan jaring trawl. Hasil uji petik itu kemudian akan dilaporkan kepada Presdiden untuk tindak lanjut.

"Namun hingga sekarang tim independen yang katanya akan melakukan uji petik di kawasan pantura tidak kunjung datang. Yang jelas ribuan nelayan sangat bergantung kepada jaring cantrang yang sudah puluhan tahun mereka geluti," timpal Hartono nelayan Tasikagung, Rembang.

Sementara itu Joko Suprihadi anggota DPRD Rembang yang ikut menunggui aksi penulisan surat kepada Presiden mengatakan apa yang dikehendaki nelayan merupakan aspirasi bawah yang memang terhimpit mata pencahariannya.

"Aksi tersebut murni suara hati mereka yang memang merasa terjepit dengan keputusan Menteri Kelautan soal pelarangan jaring cantrang," jelas anggota Komisi D DPRD Rembang ini. Terpisah Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kab Rembang Ir Suparman mempersilahkan nelayan menyuarakan aspirasinya termasuk berkirim surat kepada Presiden.

"Itu hak nelayan,yang jelas kami juga tetap komitmen untuk menerurkan pemerintah terkait pergantian alat tangkap ikan dari jaring cantrang kepada alat tangkap yang ramah lingkungan sesuai SOP," jelas Suparman Selasa siang di ruang kerjanya. (Ags)   

 

 

 

BERITA REKOMENDASI