Pabrik Semen Belum Beroperasi Maksimal

REMBANG, KRJOGJA.com – Keberadaan PT Semen Gresik (Persero) yang membangun pabrik di wilayah pegunungan Kec Gunem Kab Rembang dinilai banyak pihak belum mampu beroperasi secara maksimal meski sudah berdiri lima tahumn. 

Hal itu berdasarkan keterangan yang dihimpun,pabrik semen plat merah ini diminta untuk menerima bahan tambang (batu putih) dari para penambang batu di wilayah ini Kebijakan tersebut diambil oleh pemerintah pusat melalui kementerian BUMN guna mengeliminir konflik pro dan kontra pasca berdirinya pabrik semen.

"Kalau pabrik semen yang nota bene sudah memiliki bahan tambang sendiri,tetapi diwajibkan membeli bahan tambang (batu) dari pabrik disekitarnya,tentu saja hasilnya tidak maksimal. Kebijakan ini harus ditinjau ulang,terlebih pabrik pengolahan batu di Rembang mayoritas pengusaha luar daerah. Warga Ring satu hanya sebagai kuli batu," kata pengamat sosial H Sukaryono,kemarin.
        
Kepala Bagian Humas PT Semen Gresik, H Sugiyanto membenarkan jika managemen pabrik membeli bahan baku pabrik di sekitarnya. "Tetapi karena kita sudah memiliki tambang t5etap kita lakukan penambangan. Kita juga nmenerima bahan tambang dari sekitar tetapi tejhntu sangat selektif," Kata Sugiyanto. 

Diakuinya kondisi pabrik semen di Rembang memang belum optimal,namun,diharapkan akan segera normal seperti unit prosukdi PT Semen Indonesia Grup. Dengan kebutuhan bahan baku batu putih rata-rata setiap hari 200.000 ton perhari,saat ini masih dibantu perusahaan penambangan yang ada. (ags)   

BERITA REKOMENDASI