Pajak Kegiatan Belum Dibayar, Mantan Kades Diminta Kembalikan Aset Desa

Editor: KRjogja/Gus

KUDUS, KRJOGJA.com – Mantan Kepala Desa (Kades) Undaan Lor Kecamatan Undaan Kudus, Edy Pranoto diminta mengembalikan aset desa yang saat ini masih berada di tangannya. Selain itu beberapa kegiatan yang belum rampung agar dituntaskan, dan pajak kegiatan segera dibayarkan.

Edy saat ini sudah lepas dari jabatan sebagai kepala desa sejak 17 Desember 2019, dan posisinya digantikan Penjabat (Pj) Kades Undaan Lor yang baru, Ismawati.

Pj Kades Undaan Lor Ismawati mengatakan, sebelum melepas jabatan kades seharusnya semua aset yang masuk dalam daftar inventaris harus diserahkan ke desa. Selain itu seluruh proyek desa dirampungkan, dan pajak kegiatan yang belum dibayar agar dituntaskan. Berdasar catatan pihak desa, pajak kegiatan pembangunan sebesar Rp 74 juta dan pajak kegiatan apitan atau sedekah bumi Rp 6 juta belum dibayar dan itu masih menjadi tanggungjawab kades lama.

“Kami sudah menyampaikan masalah pengembalian aset dan hal- hal lainnya secara lisan dan surat ke kades lama,” ujarnya, Rabu (8/1). Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Undaan Lor, Najib menjelaskan, beberapa aset desa yang masih dibawa kades lama yaitu, laptop, meja, kursi dan almari, mesin diesel (genset), dan stempel duplikat Hal lain yang menjadi kewajiban kades lama berupa pelaksanaan kegiatan, sebagian juga belum tuntas. Di antaranya, proyek Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di RW.02 Desa Undaan Lor senilai  Rp 32 juta, dan kegiatan pembangunan ruang tunggu TK Rp 28 juta.

“Kedua kegiatan baru terlaksana sekitar 50 persen,” terangnya. Proyek pembangunan tiga buah rumah tidak layak huni (RTLH)  masing- masing senilai Rp 10 juta potong pajak, juga belum tuntas meski dana telah diserahkan kepada mereka yang berhak. Belum tuntasnya pembangunan pengganti  RTLH dapat mengganggu bantuan kegiatan sama berikutnya.

Mantan Kades Undaan Lor, Edy Pranoto mengaku telah meminta desa agar mengambil seluruh aset yang masih ada di tempatnya. Namun hingga sekarang belum diambil pihak desa. Begitu pun dengan persoalan yang menjadi tanggungannya diminta segera diselesaikan. Belum tuntasnya LPJU tinggal menunggu lampu datang, dan itu sudah ia kejar saat masih menjabat sebagai kades.

“Untuk RTLH, semua dana sudah kami serahkan kepada yang berhak menerima,” tandasnya. (Trq)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI