Pati Bangkitkan Budaya Bahari

Editor: Ivan Aditya

PATI (KRjogja.com) – Pejabat Pelaksana Tugas (plt) Bupati Pati HM Budiyono mengusulkan perlunya membangkitkan kembali budaya bahari, yaitu kegiatan masyarakat luas untuk memaksimalkan potensi kelautan.

“Panjang pantai Pati mencapai 60 kilometer persegi. Membentang dari perbatasan Jepara hingga perbatasan Rembang,” jelasnya, Jumat (16/12/2016).

Dikatakan, untuk mengelola potensi kelautan yang besar di Bumi Mina Pati, maka Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) perlu bersinergi dengan stakeholder guna mengembangkan motivasi dan terobosan baru seperti mengelola garam dan memaksimalkan penangkapan ikan. Sementara itu, Kepala Dislautkan Pati Ir Sujono MM yang ditemui secara terpisah mengimbau masyarakat agar lebih mengenal potensi kelautan. “Generasi muda agar semakin mencintai laut. Karena hasil laut bisa untuk perbaikan kesejahteraan rakyat,” ucapnya.

Dalam upaya peningkatan pengelolaan hasil laut, Dislautkan Pati memberikan bantuan pengembangan usaha garam rakyat di Kecamatan Batangan, Juwana, Wedarijaksa, Trangkil senilai Rp 3.841.395.000. Kemudian membantu pengembangan hutan mangrove sebanyak 97.680 batang untuk Kecamatan Dukuhseti dan Trangkil.

Bantuan pengelolaan irigasi tambak partisipatif untuk Desa Tegalombo Kecamatan Dukuhseti, Desa Genengmulyo Kecamatan Juwana, Desa Tluwuk Kecamatan Wedarijaksa dan Desa Margomulyo Kecamatan Tayu senilai Rp 110.000.000 serta bantuan ekskavator untuk unit pelayanan pengembangan berupa sarpras budidaya senilai Rp 55.000.000 serta kartu asuransi nelayan. (Cuk)

BERITA REKOMENDASI