PCNU Rembang Soroti Maraknya Hiburan Malam

REMBANG, KRJOGJA.com –  Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Rembang meminta kepada Pemkab Rembang  tegas dalam menerapkan aturan,utamanya soal hiburan malam pada bulan suci ramadan. 

"Bila tidak ada ketegasan dikhawatirkan akan menimbulkan masalah sosial dan dampak negatif disamping kian memunculkan ketidakpercayaan kepada Pemerintan Kabupaten setempat," ungkap Ketua Tanfidyah PCNU Rembang KH Achmad Sunarto di kantor PCNU Rembang Jl Pemuda.

Dia juga meminta Satuan polisi pamong praja harus lebih jeli untuk bisa menemukan kafe yang masih membendel. Caranya, tentu petugas tidak harus datang secara bergerombol dengan memakai mobil Satpol Plat merah. 

"Petugas Satpol menyamar supaya bisa lebih jeli melihat pelanggaran. Kalau ini dibiarkan khan sama saja ramadan sama dengan bulan-bulan biasa," kata Achmad Sunarto.

Seperti diketahui di wilayah ini sudah sepuluh tahun terakhir ini marak dengan keberadaan karaoke dan kafe (kedai kopi). Disamping Pemkab Rembang disibukkan dengan penataan karaoke yang dilengkapi dengan room (ruang) untuk bernyanyi juga dengan pemandu karaoke yang mayoritas wanita muda dengan dandanan seronok. 

Khusus untuk karaoke menurut keterangan Kabag Humas Setda Rembang Kukuh Purwasana,selama bulan ramadan ditutup total,sementara untuk kafe (kedai kopi) masih dipersilahkan buka usai salat tarawih. " Jadi untuk kafe atau kedai kopi masih ada toleransi untuk buka usai salat tarawih,itupun dengan catatan pula pelayannya dengan dandanan yang sopan," kata Kukuh. (Ags)

BERITA REKOMENDASI